Penyebaran Covid-19 di Bandung Diklaim Terkendali

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah pelajar menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 usai disuntik vaksin Covid-19 di SMPN 7 Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Selasa (21/9). Pemerintah Kota Bandung menyatakan program vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi pelajar di Kota Bandung telah mencapai 76 persen dan dosis kedua mencapai 50 persen. Foto: Republika/Abdan Syakura
Sejumlah pelajar menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 usai disuntik vaksin Covid-19 di SMPN 7 Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Selasa (21/9). Pemerintah Kota Bandung menyatakan program vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi pelajar di Kota Bandung telah mencapai 76 persen dan dosis kedua mencapai 50 persen. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim penyebaran kasus Covid-19 saat ini di Kota Bandung relatif terkendali. Klaim tersebut berdasarkan kondisi positivity rate serta keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang rendah dan konfirmasi aktif turun.

"Kalau kita berdasarkan data saya tidak ragu Bandung terkendali," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna kepada wartawan saat meninjau vaksinasi di SMKN 15 Bandung, Kamis (23/9).

Ia menuturkan, positivity rate kasus Covid-19 di Bandung saat ini di angka 0,8 dibawah ambang batas WHO 5 persen. Keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 berada di angka 12 persen. Kasus konfirmasi aktif yang masih ada relatif tidak berat mayoritas orang tanpa gejala (OTG).

"Sekarang kita sudah tidak lagi tempat isoman karena semua bisa diselesaikan di tempat tinggal masing-masing kemudian di wilayah bisa maksimal," katanya.

Ema menuturkan, saat ini pihaknya berharap level Covid-19 di Kota Bandung bisa turun. Ia menjelaskan, penyebab Kota Bandung masih berada di level 3 karena Bandung bagian dari wilayah aglomerasi Bandung Raya yang menjadi tempat tujuan utama.

Ia melanjutkan, pihaknya sedang berupaya mengakselerasi vaksinasi bagi remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun. Pola kegiatan vaksinasi bagi mereka yang sebelumnya berbasis kewilayahan dan tempat tinggal diubah menjadi vaksinasi di sekolah.

Ema mencontohkan siswa di SMKN 15 Bandung hampir 50 persen dari total 1.200 siswa sudah divaksin. Vaksinasi bagi usia 12  tahun hingga 17 tahun di Kota Bandung sudah mencapai 24 persen sedangkan total vaksinasi keseluruhan hampir mencapai 80 persen dosis pertama.

"Kalau melihat begini saya pikir di September bisa 82 atau 83. Artinya target kita bulan Desember 100 persen bisa lebih awal artinya November optimis dikalkulasi vaksinasi di Kota bandung bisa tercapai," katanya.

Ia mengatakan apabila vaksinasi dapat tercapai 100 persen maka pembentukan herd immunity bisa terjadi lebih awal. Pihaknya pun berharap masyarakat dapat kembali menjalani hidup normal sebelum terjadi pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Riset Sebut Pandemi Sangat Berdampak pada Perempuan

Infografis Sudah Divaksinasi, Mengapa Masih Bisa Kena Covid?

Obat Asam Urat Probenesid Berpotensi Cegah-Obati Covid-19

DKI Tetap Waspadai Rentetan Kasus Covid-19

USU Luncurkan Layanan Kesehatan Jarak Jauh Penderita Covid

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image