Ahad 03 Oct 2021 16:39 WIB

Arus Lalu Lintas di Jalur Puncak-Cianjur Terpantau Padat

Arus lalu lintas di jalur Puncak-Cianjur terpantau padat meski ada ganjil genap

Arus kendaraan di Jalur Puncak (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Arus kendaraan di Jalur Puncak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Arus lalu lintas di Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, terpantau padat pada pekan pertama Oktober. Bahkan antrean panjang kendaraan menuju arah Bogor, terus memanjang dengan laju kendaraan terhenti hingga puluhan menit.

Berdasarkan pantauan pada Ahad (3/10), antrean panjang kendaraan sudah terlihat sejak pagi menjelang siang, dengan ekor antrean hingga Jalan Raya Cipanas sepanjang 4 kilometer tidak bergerak hingga puluhan menit, akibat volume kendaraan menuju tempat wisata meningkat tajam. 

Baca Juga

Penerapan ganjil genap masih diberlakukan, meski disepanjang jalur tersebut masih terlihat nopol yang tidak sesuai atau dilarang melintas karena berlaku nomor ganjil pada harinini, sebagian besar dengan tujuan tempat wisata di kawasan Puncak-Cipanas seperti Taman Bunga Nusantara, Kebun Raya Cibodas dan area camping ground.

Puluhan petugas disiagakan di titik rawan macet di sepanjang jalur tersebut, bahkan menjelang siang petugas sempat melakukan rekayasa arus dengan menyekat dan memberlakukan sistem satu arah menuju Bogor, guna mengantisipasi macet total menjelang siang. Antrean kendaraan yang sempat terhenti kembali lancar setelah satu jam rekayasa arus diberlakukan. 

Bahkan antrean yang sempat memanjang mulai mencair, namun rekayasa arus kembali diberlakukan menjelang sore, sebagai upaya antisipasi macet total menjelang malam. Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan untuk mengantisipasi macet total di kawasan Puncak, seiring tingginya volume kendaraan dengan tujuan wisata akan kembali meningkat di Jalur Puncak, setelah tempat wisata tutup. Namun ,sepanjang penerapan ganjil genap, baru pekan ini, terjadi antrean panjang kendaraan.

"Untuk antisipasi terjadinya macet total, terutama menjelang malam di Jalur Puncak, kita melakukan rekayasa arus, termasuk melakukan sistem satu arah menjelang malam. Berbagai antisipasi tetap dilakukan termasuk melakukan penyekatan di titik rawan macet," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement