Petani Tebu Tewas, Bupati: Premanisme Ganggu Iklim Investasi

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Fakhruddin

Petani Tebu Tewas, Bupati: Premanisme Ganggu Iklim Investasi (ilustrasi).
Petani Tebu Tewas, Bupati: Premanisme Ganggu Iklim Investasi (ilustrasi). | Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU -- Langkah tegas Polres Indramayu dan Kodim 0616/Indramayu serta Brimob Polda Jabar dalam penanganan sengketa lahan tebu milik PG Jatitujuh, mendapat tanggapan dari Bupati Indramayu, Nina Agustina. Dia menilai, ketegasan aparat merupakan tindakan yang tepat.

Nina mengungkapkan, sengketa lahan yang diselesaikan dengan cara kekerasan tidak hanya merugikan petani. Namun, juga akan ikut mengganggu iklim investasi daerah.

Nina menilai, keberadaan petani seharusnya dilindungi dan bukan dijadikan obyek untuk kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, dia berharap agar aksi premanisme yang berkedok 'melindungi petani' tidak terjadi lagi di Kabupaten Indramayu.

‘’Kasihan petani kita, seharusnya jangan diseret ke pusaran konflik kepentingan kelompok. Secara pribadi, saya prihatin dan menyampaikan terima kasih kepada Polres dan Kodim Indramayu atas tindakan tegas ini,’’ kata Nina, Senin (4/10).

Seperti diketahui, dua orang petani tewas setelah terjadinya bentrokan di lahan tebu milik PG Jatitujuh di perbatasan Kabupaten Indramayu – Kabupaten Majalengka, tepatnya di Desa Kerticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (4/10). Polisi pun bergerak cepat menangkap para terduga pelaku penyerangan.

Adapun dua korban tewas itu bernama Suenda, warga Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh dan Yayan, warga Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Korban berasal dari kelompok yang tergabung dalam kemitraan dengan PG Jatitujuh. Sedangkan para terduga pelaku penyerangan, diduga berasal dari kelompok yang menolak kemitraan tersebut.

Nina mengungkapkan, jauh sebelum peristiwa itu terjadi, dia sebenarnya telah menyampaikan kepada pihak-pihak yang berseteru agar menahan diri.

Hal itu juga sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang aman dan nyaman.

‘’Investasi itu sensitif, kasus-kasus seperti ini tentu akan membuat investor berhitung soal kenyamanan dan keamanan,’’ cetus Nina.

Untuk itu, Nina menjamin setiap bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum yang berimplikasi terhadap gangguan iklim investasi, akan diberangus dari Kabupaten Indramayu.

‘’Saya pikir di daerah manapun, atau di belahan dunia manapun, tidak akan pernah membiarkan bentuk kekerasan. Saya menjamin, situasi di Indramayu aman dan nyaman untuk berinvestasi,’’ tandas Nina. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Keadilan Petani Indonesia dalam Kontestasi Politik Oligarki

Pembangunan Sektor Pangan Butuh Kontribusi Lebih dari Swasta

Program Makmur Ciptakan Ekosistem Bisnis Pertanian

Program Makmur Jadi Solusi Pemberdayaan Petani

Erick Thohir Apresiasi Program Makmur Pupuk Indonesia-BRI

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image