Bupati Bandung Desak BBWS Tangani Serius Sungai Citarum

Red: Sandy Ferdiana

Bupati Bandung H Dadang Supriatna
Bupati Bandung H Dadang Supriatna | Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Hingga kini, Sungai Citarum masih menjadi sumber malapetaka banjir bagi warga Kabupaten Bandung. Kondisi itulah yang memicu Bupati Bandung Dadang Supriatna kecewa dengan peran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Jumat (8/10), Bupati Bandung Dadang Supriatna yang kerap disapa Kang DS, sengaja mengundang pimpinan BBWS Citarum dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jabar untuk mengadakan rapat koordinasi di rumah dinasnya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Pemicu kekesalan Kang DS, yakni minimnya aksi atau kegiatan penanganan yang dilakukan BBWS Citarum terhadap sungai kebanggaan warga Jabar tersebut. Di sisi lain, masyarakat dan kalangan pengusaha secara swadaya kerap melakukan pengerukan Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh yang bermuara ke Sungai Citarum.

Pengerukan kedua anak Sungai Citarum sepanjang 12 Kilometer itu mencakup enam kecamatan, yakni Cikancung, Cicalengka, Rancaekek, Solokanjeruk, Bojongsoang, dan Majalaya. ‘’ “Kita duduk bersama, dengan konsep pentahelix. Jangan sampai ada ego sektoral. Yuk, kita berbagi porsi sesuai kewenangannya dalam menangani Sungai Citarum,’’ tegas DS kepada Republika.co.id melalui telepon, Sabtu (9/10).

Pihaknya mengaku iri dengan daerah lain seperti Sragen dan Solo, yang bisa menuntaskan banjir luapan Sungai Bengawan Solo hanya dalam dua tahun. Sementara di Kabupaten Bandung, ungkap dia, sudah 20 tahun ini persoalan banjir belum selesai.

DS berharap, usai hasil rakor khusus ini bisa membuahkan tindak lanjut yang konkret. Bahkan, DS mengajak semua pihak terkait, hingga 10 anggota DPR RI dari daerah pemilihan setempat untuk bersepakat menuntaskan banjir di Kabupaten Bandung.

Rakor ini juga, papar dia,  harus menjadi awal untuk menemukan solusi tepat dan nyata dalam mengeliminasi banjir di Kabupaten Bandung. DS yakin, 10 anggota DPR RI tersebut pasti akan ikut memperjuangkan anggaran untuk BBWS Citarum dalam penanganan banjir. ‘’Saya bukannya kesal, ini sebagai penyambung aspirasi aspirasi masyarakat ke BBWS. Rumah saya juga di Kecamatan Bojongsoang selalu kebanjiran,’’ tutur DS.

Ketua Panitia Pengerukan Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh Tatang Syarifudin berharap agar BBWS Citarum bisa melanjutkan yang sudah dikerjakan oleh masyarakat dan pengusaha. Dengan demikian, ke depannya pengerukan anak-anak Sungai Citarum ini tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat.

‘’Kami minta BBWS menindaklanjuti pekerjaan kami selama ini. Agar jangan sampai jadi PR besar bagi masyarakat Kecamatan Rancaekek dan Kabupaten Bandung umumnya,’’ tandasnya.

Kepada wartawan, Kepala BBWS Citarum Bastari mengapresiasi rakor yang diinisiasi oleh bupati Bandung. Kata dia, inisiasi ini merupakan bukti semangat untuk mencarikan solusi terkait banjir di Kabupaten Bandung.

Bastari mengatakan, penuntasan banjir di Kabupaten Bandung diselesaikan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran di BBWS Citarum. ‘’Kita memang perlu duduk bersama untuk berkolaborasi menyelesaikan permasalah banjir di Kabupaten Bandung,’’ ucap Bastari.

Kata Bastasri, kendala selama ini adalah kemampuan anggaran. Bahkan, ungkap dia, untuk 2022 juga, kemungkinan anggaran untuk BBWS Citarum masih terimbas refocusing penanganan Covid-19.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Aktivitas Warga Pascapelonggaran PPKM Level 3 di Bandung

BNN Bandung Selidiki Pelemparan Paket Sabu ke Lapas Banceuy

Bupati Bandung Luncurkan Program Sekolah Mengaji

Titik Kritis Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

Persib Cari Solusi untuk Hadapi PSM

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image