Relaksasi di Kota Bandung akan Kembali Dilakukan

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang sebelum menaiki bus Bandung Tour On Bus (BANDROS) di Halte Bus Bandros di Jalan Diponegoro, Ahad (5/9). Bus wisata Bandung Tour On Bus (BANDROS) kembali beroperasi secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seiring dengan menurunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bandung menjadi Level 3. Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang sebelum menaiki bus Bandung Tour On Bus (BANDROS) di Halte Bus Bandros di Jalan Diponegoro, Ahad (5/9). Bus wisata Bandung Tour On Bus (BANDROS) kembali beroperasi secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seiring dengan menurunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bandung menjadi Level 3. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melakukan kembali relaksasi pada sektor kegiatan masyarakat di tengah kondisi kasus penyebaran Covid-19 yang sedang melandai. Namun, sektor-sektor yang akan diberikan pelonggaran masih dalam tahap pengkajian oleh tim satgas Covid-19.

"Insyallah ada pasti kita usahakan (relaksasi, tapi tetap kita punya SOP sesuai kajian di lapangan," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Senin (11/10).

Ia mengaku pekan kemarin sudah memberikan relaksasi terhadap kegiatan ekonomi dan lainnya di Kota Bandung. Namun saat ini pihaknya masih menunggu kajian terlebih dahulu. Oded melanjutkan, penurunan kasus Covid-19 ditunjang oleh kegiatan vaksinasi yang sudah mencapai 85 persen di tahap dosis pertama.

Situasi tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat dalam entry meeting bersama BPK perwakilan Jawa Barat. "Saya sampaikan Kota Bandung soal vaksin itu sudah terlaksana dengan baik 85 persen dosis pertama sedangkan dosis kedua 55 persen," ungkap.

Oded berharap agar pelaksanaan vaksinasi dapat mencapai target 100 persen untuk dosis pertama pada bulan Desember tahun 2021. Seiring dengan pasokan dosis vaksin yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

"Harapan kami sampai Desember bisa lancar sehingga target dan rencana bisa berjalan naik," katanya. Ia pun berharap kegiatan vaksinasi dapat memicu terhadap penurunan kasus Covid-19 di Bandung.

Data Dinas Kesehatan Kota Bandung hingga Ahad (10/10) menunjukkan kasus Covid-19 konfirmasi aktif sebanyak 95 kasus, kasus konfirmasi sembuh sebanyak 41.019 kasus, kasus konfirmasi meninggal dunia sebanuak 1.422 orang. Sedangkan total konfirmasi sebanyak 42.536 kasus.

Program percepatan vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung dosis pertama sudah mencapai 1.717.128 orang atau 87.95 persen sedangkan dosis dua sebanyak 1.238.181 orang atau 63.44 persen. Total target sasaran sebanyak 1.952.358 orang.

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Pandemi, Ribuan Warga Kota Bandung Alami Gangguan Jiwa

Geliat Sentra Rajut Binong Jati di Masa Pandemi

Wisata Taman Lalu Lintas di Bandung Masih Belum Beroperasi

Museum dan Gym di Bandung Boleh Dibuka 

Vaksin Moderna Mulai Diberikan ke Warga Bandung

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image