Tenaga Pendidik Agama Sukabumi Didorong Jadi Duta Kesehatan

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Fakhruddin

Tenaga Pendidik Agama Sukabumi Didorong Jadi Duta Kesehatan (ilustrasi).
Tenaga Pendidik Agama Sukabumi Didorong Jadi Duta Kesehatan (ilustrasi). | Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Tenaga pendidik keagamaan (Madrasah dan Pondok Pesantren) dan marbot masjid di Kota Sukabumi didorong jadi duta kesehatan. Caranya mereka mengedukasi warga khususnya para murid agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

''Selain mendukung menjadi duta agama berharap para tenaga pendidik juga jadi duta kesehatan,'' kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Selasa (12/10). Terutama dalam menyampaikan dan mengajak warga misalnya vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker ketika keluar rumah.

Pernyataan ini ditekankan wali kota dalam momen pembinaan tenaga pendidik keagamaan dan marbot masjid di Gedung Pusat Kajian Islam pada Senin (11/10) lalu. Momen tersebut jadi sarana memberikan insentif kepada tenaga pendidik keagamaan dan marbot masjid.

Menurut Fahmi, dengan jadi duta kesehatan maka hal ini jadi salah satu ikhtiar duniawi yang harus dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid. Hal ini juga diikuti dengan ketakwaan kepada Allah insya Allah, sehingga Sukabumi bisa pulih dari pandemi.

"Di sisi lain Pemkot juga memperhatikan pembinaan tenaga pendidik agama dan marbot masjid," ujar Fahmi.

Sebabnya, pembangunan tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah karena banyaknya permasalahan, target pembangunan, visi dan misi wali kota dan wakil wali kota Sukabumi tidak mungkin diwujudkan Pemkot semata.

Kabag Kesra Setda Kota Sukabumi Aang Zaenudin menambahkan, pembinaan tenaga pendidik keagamaan awalnya diberikan insentif setiap caturwulan atau 4 bulan sekali dan kini jadi 3 bulan sekali. Sifatnya penguatan tenaga pendidik agar mereka memahami program kerja pemda diimplementasikan dalam kinerja.

"Diberikan pula insentif untuk 1.800 orang lebih tenaga pendidik dan per bulan mendapatkan Rp 150 ribu," tutupnya, Selasa (12/10). Hal ini sebagai bentuk perhatian pemerintah agar tenaga pendidik memberikan pelayanan terbaik dan menjalankan visi wali kota yakni religius.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


DIY Bantah Ofisial Terpapar Covid-19 Tinggalkan Isolasi

Maroko Hentikan Bebas Visa ke WNI tanpa Pemberitahuan

Kasus Aktif Covid-19 di Pangandaran Tinggal Dua Orang

Menpora: Atlet PON tidak Kabur dari Tempat Karantina

Dubes Polandia Puji Indonesia Sukses Tekan Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image