Bima: Kota Bogor Terhambat Capaian Vaksinasi Kabupaten

Red: Andri Saubani

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. | Foto: Republika/Shabrina Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan upaya pemulihan ekonomi melalui pelonggaran aktivitas masyarakat di daerahnya, masih tertahan di status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Ia menyebut penyebabnya adalahcapaian vaksinasi Kabupaten Bogor yang masih di bawah 50 persen dalam lingkup wilayah aglomerasi.

"Kita masih tergantung Instruksi Mendagri, terkait aglomerasi. Kita masih tertahan Level 3, karena menyesuaikan dengan kabupaten, itu saja," Kata Bima, Senin (1/10).

Baca Juga

Menurutnya, hingga saat inisesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 tahun 2022 Kota Bogor masih berstatus Level 3 bersama kota dan kabupaten lainnya dalam wilayah aglomerasi. Antara lain Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Menurut Bima, jika dilihat secara terpisahkondisi Kota Bogor sebenarnya telah jauh membaik dibanding dengan awal pandemi Covid-19. Kota hujan itu kini hanya mendata terdapat 37 orang yang sakit akibat Covid-19, dari total sekitar 9.000 orang di awal pandemi virus tersebut.

Sebagai bekal menuju PPKM Level 2 pun agar relaksasi ekonomi semakin luas, kata dia, kerja keras bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk menekan angka warga yang positif terinfeksi wabah itu telah dilakukan berbagai cara, seperti vaksinasi massal, membentuk tim pemburu vaksin, dan dibantu kepolisian dalam hal patroli kerumunan. Kemudian, capaian vaksinasi Kota Bogor diketahui telah jauh melampaui 50 persen dan pembatasan aktivitas masyarakat dengan protokol kesehatan secara ketat juga telah dilaksanakan.

Bahkan. belakangan telah ada nol kasus atau hanya satu kasus positif Covid-19 dalam sehari. "Jika tidak ada varian baru kita akan semakin cepat dalam pemulihan ekonomi," kata Bima.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Bogor dan Tangerang Dikeluarkan dari Aglomerasi Jabodetabek

PPKM Lanjut Hingga 1 November, Sembilan Daerah Jadi Level 1

Usai Ditegur, Restoran Subway Citos Kini Dibantu Satpol PP

Kafe Holywings Tebet Ditutup Sepekan dan Denda Rp 50 Juta

Kota Bogor Mulai Laksanakan PTM untuk Siswa SD

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image