PMI Sukabumi Segera Tangani Pengungsi Likuifaksi Cigulusur

Red: Muhammad Fakhruddin

PMI Sukabumi Segera Tangani Pengungsi Likuifaksi Cigulusur (ilustrasi).
PMI Sukabumi Segera Tangani Pengungsi Likuifaksi Cigulusur (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- PMI Kabupaten Sukabumibersama petugas kesehatan Puskesmas Purabayasegera menangani pengungsi korban tanah bergerak di Kampung Cigulusur yang mulai terserang penyakit.

"Lebih dari 20 pengungsi yang kami periksa kesehatannya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Kebanyakanya dari mereka sudah mulai terkena penyakit, meskipun sakit yang dialaminya masih ringan," kata Staf Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Dikdik Maulana di Sukabumi, Sabtu (23/10).

Pengungsi yang berasal dari RT 01/01, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya ini rata-rata mengalami penyakit gatal-gatal, lambung, hingga tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kemudian ada juga warga yang mengeluh kelelahan dan pegal-pegal karena harus tidur dan beristirahat dengan alas seadanya di tempat mengungsi.

Menurut Dikdik, penyintas bencana pergerakan tanah yang mulai terserang penyakit sudah diberikan obat untuk meringankan gejala penyakitnya, serta pemberian vitamin agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, PMI pun sudah menyiagakan sejumlah personel dan peralatan untuk mendukung operasional serta kendaraan roda empat yang bisa digunakan kapan saja untuk mengevakuasi warga.

Kemudian logistik berupa makanan pun sudah disiapkan untuk diberikan kepada para warga yang terdampak bencana, tidak kalah penting PMI tetap mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di pengungsian karena saat ini masih pandemi dengan tujuan untuk antiispasi penyebaran COVID-19 di lokasi bencana.

"Kami pun menyebar masker untuik pengungsi dan kami harap warga tetap menerapkan prorokol kesehatan selama di pengungsian. Jangan sampai selamat dari bencana alam tapi menjadi korban penularan COVID-19," tambahnya.

Ia mengatakan dalam melaksanakan operasi kemanusiaan di lokasi bencana pergerakan tanah, tentu pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi maupun petugas keamanan baik dari TNI maupun Polri serta bekerjasama dengan lembaga/komunitas lainnya.

Data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi jumlah warga yang terdampak sebanyak delapan kepala keluarga atau 25 jiwa dan rumah enam unit. Kemudian, terancam bencana pergerakan tanah sebanyak 18 KK atau 29 jiwa serta rumah sembilan unit.

Data kejadian ini masih sementara karena setiap harinya akan dilakukan perbaruan oleh petugas terkait.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Sejumlah Warga Cigulusur Pilih Mengungsi Akibat Likuifaksi

PMI Ungsikan Korban Pergerakan Tanah di Cigulusur Sukabumi

Warga Cigulusur Kehilangan Rumah Akibat Pergerakan Tanah

Aksi Unjukrasa Pengungsi Afghanistan di Kupang

Korsel akan Perpanjang Masa Tinggal Pengungsi Afghanistan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image