Genjot Cakupan Vaksinasi Lansia, Ini Cara Dinkes Sukabumi

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Fakhruddin

Genjot Cakupan Vaksinasi Lansia, Ini Cara Dinkes Sukabumi (ilustrasi).
Genjot Cakupan Vaksinasi Lansia, Ini Cara Dinkes Sukabumi (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko/rwa.

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menggencarkan vaksinasi untuk kalangan lanjut usia (Lansia). Hal ini dilakukan agar cakupannya bisa memenuhi standar untuk masuk PPKM Level 1 yakni 60 persen.

Di mana saat ini cakupan vaksinasi masih di angka 44.74 persen atau 12.187 untuk dosis satu dan sebanyak 7.804 atau 28.65 persen untuk dosis dua. ''Ada sejumlah upaya yang dilakukan untuk mempercepat vaksinasi lansia,'' kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Lulis Delawati, Senin (25/10).

Hal ini disampaikan di sela-sela pertemuan dengan petugas puskesmas yang memegang program penyakit tidak menular (PTM) dalam rangka vaksinasi lansia di Kantor Dinkes Kota Sukabumi. Langkah pertama kata Lulis yakni optimalisasi program lansia di semua puskesmas agar memonitor lansia yg memiliki komorbid atau penyakit penyerta sehingga bisa divaksinasi.

Selanjutnya memberikan stimulan berupa sembako kepada lansia yang divaksin. Cara ini agar menarik lansia agar mau divaksinasi.

Menurut Lulis, kendala yang dihadapi selama ini banyak lansia umur lebih dari 60 tahun yang memiliki komorbid akan tetapi tidak terkontrol/terkendali. Oleh karenanya pertemuan dengan petugas yang meegang program PTM di puskesmas harapannya agar lansia yang mempunyai penyakit komorbid bisa dipantau untuk mendapat pengobatan.

''Sehingga lansia itu bisa terkontrol atau terkendali dan bisa divaksinasi,'' kata Lulis. Kendala lainnya banyak lansia yang sulit untuk akses pelayanan vaksinasi karena kondisi fisik.

Masalah ini kata Lulis, sudah diatasi dengan dibukanya akses layanan mendekati warga atau vaksinasi kewilayahan berbasis RW sejak beberapa bulan terakhir. Kendala lainnya yakni ada persepsi di lansia bahwa sudah tua dan pasrah saja ketika terkeba Covid.

''Untuk ini solusinya terus optimalkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE),'' cetus Lulis. Terutama mengimbau warga jngan percaya hoax atau berita tidak benar karena vaksinasi bagian dari ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, cakupan vaksinasi dosis kesatu secara keseluruhan untuk warga di Kota Sukabumi telah mencapai sekitar 84.10 persen. Selanjutnya Pemkot Sukabumi kini fokus pada pencapaian target vaksinasi untuk kalangan lanjut usia.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan, dari total sasaran vaksinasi sebanyak 269.834 orang yang sudah divaksin dosis kesatu sebanyak 226.918 orang atau 84.10 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua mencapai sebanyak 115.516 orang atau 42.81 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


IMF-Bank Dunia Targetkan 40 Persen Populasi Dunia Divaksin

DIY Kejar Target Selesaikan Vaksinasi Akhir Oktober

Vaksinasi Tembus 84 Persen, Sukabumi Kejar Vaksin Lansia

Australia Berencana Beri Booster Vaksin Covid-19

GeoDipa Gandeng JQR Gelar Gebyar Vaksinasi Tahap Kedua

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image