Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Mantan Presiden Korea Selatan Meninggal Dunia

Selasa 26 Oct 2021 15:09 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Foto tak bertanggal ini menunjukkan mantan Presiden Roh Tae-woo, yang meninggal pada 26 Oktober 2021 dalam usia 88 tahun. Roh, yang menjabat sebagai presiden 1988-93, baru-baru ini dirawat di rumah sakit setelah kesehatannya memburuk tetapi gagal pulih, kata pembantunya.

Foto tak bertanggal ini menunjukkan mantan Presiden Roh Tae-woo, yang meninggal pada 26 Oktober 2021 dalam usia 88 tahun. Roh, yang menjabat sebagai presiden 1988-93, baru-baru ini dirawat di rumah sakit setelah kesehatannya memburuk tetapi gagal pulih, kata pembantunya.

Foto: EPA-EFE/YONHAP
Dari konspirator kudeta militer, Roh menjadi presiden pertama Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Presiden Korea Selatan yang dipilih secara demokratis Roh Tae-woo meninggal dunia pada Selasa (26/10). Dia dikenal sebagai seorang veteran perang terhormat yang memainkan peran penting dengan sisi kontroversial.

Pejabat Seoul National University Hospital menyatakan Roh meninggal pada usia 88 tahun. Dia tidak menyebutkan penyebab kematian Roh. Hanya saja kesehatan mantan pemimpin itu memburuk sejak 2002 ketika menjalani operasi kanker prostat dan berulang kali dirawat di rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

Roh meninggalkan seorang istri Kim Ok-sook dan dua anaknya. Son Roh Jae-heon adalah pengacara bersertifikat di negara bagian New York dan presiden Pusat Kebudayaan Asia Timur di Seoul. Sedangkan anak perempuan bernama Roh Soh-yeong merupakan direktur di sebuah museum seni di Seoul, sedang menjalani sidang perceraian tingkat tinggi dengan Chey Tae-won, ketua konglomerat SK Group.

Dalam waktu beberapa dekade, Roh berubah dari konspirator kudeta militer menjadi presiden pertama Korea Selatan yang dipilih secara populer oleh rakyat. Dia mengakhiri karir politiknya dengan hukuman penjara karena pengkhianatan dan korupsi. "Saya sekarang merasa sangat malu menjadi mantan presiden," kata Roh kepada publik dalam permintaan maaf yang disiarkan televisi pada 1995 karena diam-diam mengumpulkan dana gelap 654 juta dolar AS saat menjabat.

Roh lahir pada 4 Desember 1932, putra seorang petani miskin di Talsong, dekat kota tenggara Taegu. Dia dididik pertama kali di Akademi Militer Korea di Seoul dan kemudian menghadiri kursus perang psikologis di Fort Bragg, North Carolina.

Sosok Roh memulai karir militer selama Perang Korea 1950-1953 dan menjadi komandan unit tempur dalam Perang Vietnam. Ketika Mantan Presiden Korea Selatan Park Chung-hee dibunuh pada 1979, Roh mendukung teman sekelas militer Chun Doo-hwan dalam kudeta militer menempati Gedung Biru kepresidenan. Roh diganjar dengan serangkaian jabatan pemerintahan.

Tapi, ketika Chun menunjuk Roh sebagai penggantinya menjelang pemilihan presiden 1987, ada protes publik. Demonstrasi besar-besaran pro-demokrasi diadakan di Seoul dan kota-kota lain.

Sebagai tanggapan dan untuk menjauhkan diri dari Chun, Roh mengeluarkan "Deklarasi 29 Juni". Dia mengumumkan reformasi politik yang signifikan termasuk pemilihan langsung presiden. Dia berkampanye sebagai pria dari rakyat kecil. Di kantor, dia pun membuang gelar "yang mulia" dan membuka Gedung Biru untuk umum.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA