Rabu 10 Nov 2021 07:16 WIB

Pemkot Bogor Sosialisasikan Penggunaan Kartu di Biskita

Walaupun tidak bayar tapi semuanya pakai akses kartu.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Muhammad Fakhruddin
Warga Kota Bogor mencoba bus Biskita Transpakuan dari Halte Stasiun Bogor, Jumat (5/11).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Warga Kota Bogor mencoba bus Biskita Transpakuan dari Halte Stasiun Bogor, Jumat (5/11).

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menggratiskan layanan transportasi massal baru, Biskita Transpakuan, hingga akhir 2021. Meski belum berbayar, sosialisasi menggunakan kartu tengah digencarkan kepada masyarakat.

“Tiket sementara gratis. Tipping tap Rp 0. Untuk mengedukasi penumpang agar beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum,” ujar Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, Eko Wibisono, Rabu (10/11).

Eko mengatakan, saat ini pihaknya belum menentukan berapa tarif per kilometer dari bus berkonsep Bus Rapid Transit (BRT) ini. Hanya saja, akan ada Automatic Passenger Counting yang berfungsi melihat berapa jumlah yang menggunakan layanan Biskita Transpakuan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut, selama sepekan dioperasikan di Koridor 5 Stasiun Bogor-Ciparigi, dia melihat Biskita Transpakuan disambut antusiasme warga. Hal itu pun dimanfaatkan Pemkot Bogor untuk melakukan sosialisasi terhadap kartu tap sebagai sistem pembayaran dalam transportasi massal ini.

“Penumpang saat ini antusias, tinggal kita gencarkan sosialisasi untuk kartu bayarnya. Walaupun, tidak bayar tapi semuanya pakai akses kartu sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

Tarif bus yang belum dipungut, kata dia, merupakan salah satu bentuk sosialisasi penggunaan Biskita Tranpakuan. Bima Arya berharap, pengguna Biskita Transpakuan tidak hanya pengguna angkutan umum yang beralih, tapi juga pengguna kendaraan pribadi.

Tarif dari Biskita Transpakuan sendiri akan diterapkan usai tahap sosialisasi dan uji coba pada Januari 2021. Bima Arya mengisyaratkan, tarif Biskita Transpakuan tidak akan berbeda jauh dari ongkos angkot Kota Bogor saat ini Rp 3.500 untuk satu kali perjalanan.

“Kami berharap tidak jauh dari ongkos angkot. Angkot cuma sekali Rp 3.500. Tapi bus terusan, saya pikir kisaran Rp 5.000 sampai Rp 7.000 masih mungkin. Keuntungan Biskita Transpakuan terintegrasi, dipakai seharian. Bisa nyambung di semua koridor,” jelasnya.

Dia menambahkan, pada November ini, Pemkot Bogor berencana menambah tiga koridor baru yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Seiring penambahan armada baru bus Biskita Transpakuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement