Kasus Covid-19 di Garut Diklaim Masih Stabil

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Petugas kesehatan melakukan tes usap Antigen kepada pengendara saat operasi PPKM Mikro di Gerbang Keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Petugas gabungan memberikan layanan tes cepat antigen kepada pengendara dengan nomor polisi dari luar Kota Bandung yang akan menuju arah Sumedang, Garut, dan Tasik guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jawa Barat yang sedang dinyatakan siaga satu COVID-19.
Petugas kesehatan melakukan tes usap Antigen kepada pengendara saat operasi PPKM Mikro di Gerbang Keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Petugas gabungan memberikan layanan tes cepat antigen kepada pengendara dengan nomor polisi dari luar Kota Bandung yang akan menuju arah Sumedang, Garut, dan Tasik guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jawa Barat yang sedang dinyatakan siaga satu COVID-19. | Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mengeklaim hingga saat ini belum terjadi penambahan kasus Covid-19 secara signifikan. Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih terjadi, tapi masih bisa dihitung dengan jari.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, dalam satu hari, penambahan kasus Covid-19 masih berkisar dua hingga tiga kasus. Ia menyebut, belum ada lagi lonjakan kasus Covid-19 setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kasus di Garut masih stabil. Ada penambahan, tapi tak meningkat signifikan. Paling sehari ada dua atau tiga," kata dia kepada Republika, Rabu (10/11)

Ia menambahkan, dari penambahan kasus itu, kontak erat yang ditelusuri mayoritas tak terkonfirmasi Covid-19. Artinya, ia menilai, kekebalan kelompok (herd immunity) masyarakat mulai terbentuk akibat gencarnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 9 November 2021, kasus terkonfirmasi positif bertambah satu orang. Secara keseluruhan, total kasus aktif di Kabupaten Garut berjumlah 15 orang, di mana 12 orang menjalani isolasi mandiri dan tiga orang menjalani isolasi di rumah sakit.

Kendati kasus masih stabil, Leli menambahkan, pihaknya tetap melakukan upaya antisipasi terjadinya lonjakan kasus. Apalagi, saat ini menjelang akhir tahun, yang biasanya mobilitas masyarakat meningkat.

"Antisipasinya, kita terus menggenjot upaya vaksinasi. Satgas juga akan memperkuat upaya pengawasan pada akhir tahun. Rencananya pada akhir tahun juga akan dilakukan penyekatan saat Nataru (Natal dan tahun baru)," ujar dia.

Selain itu, Leli menyebut, saat momen Nataru juga rencananya akan dilakukan tes antigen secara acak di lokasi wisata. Sebab, diprediksi akan banyak wisatawan yang datang ke Garut pada akhir tahun.

Menurut dia, sementara ini tes antigen secara acak di Kabupaten Garut masih belum dilakukan. "Karena kita masih berpedoman dengan aturan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) kalau rapid test itu untuk penelusuran, bukan untuk skrining atau sampling," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Cakupan Vaksinasi di Garut Mulai Meningkat

Kasus Covid-19 di Garut Melandai, Dinkes: Jangan Lalai

Tingkatkan Vaksinasi Lansia, Dinkes Garut akan Door to Door

Evaluasi PTM di Garut, tak Ditemukan Kasus Covid-19

Bupati Garut Minta Maaf Penanganan Covid-19 belum Optimal

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image