Kolam Retensi di Perbatasan Cimahi untuk Atasi Banjir

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kolam Retensi di Perbatasan Cimahi untuk Atasi Banjir (ilustrasi).
Kolam Retensi di Perbatasan Cimahi untuk Atasi Banjir (ilustrasi). | Foto: Antara/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Kolam retensi akan dibangun di perbatasan Kota Cimahi dan Kota Bandung, tepatnya di wilayah Kelurahan Pasirkaliki Cimahi. Diharapkan kolam retensi tersebut dapat meminimalisasi banjir yang sering terjadi di wilayah Cilember, Cigugur, Cimindi Kota Cimahi dan sebagian wilayah Kota Bandung.

Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan rencana pembuatan kolam retensi telah dibahas satu bulan terakhir bersama pemerintah Kota Bandung. Selanjutnya rencana tersebut langsung direalisasikan dengan terlebih dahulu melakukan pembebasan lahan kurang lebih seluas satu hektar.

"Hari ini kita adalah pembukaan tentang pembuatan kolam retensi embung di wilayah Pasirkaliki," ujarnya di acara, Rabu (17/11). Ia mengatakan pembebasan lahan menghabiskan dana sebesar Rp 33 miliar yang bersumber dari APBD.

Pascapembebasan lahan, selanjutnya dilakukan pengerukan area kolam retensi dengan kedalaman seluas 3 meter. Ia mengatakan pemerintah Kota Bandung memberikan 3 unit alat berat.

Ngatiyana mengatakan kolam retensi akan digunakan sementara untuk mengatasi banjir di Cilember, Cigugur dan Cimindi. Selanjutnya pada tahun 2023 mendatang pembangunan akan dibuat secara permanen dengan anggaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Walau belum permanen kita keruk untuk difungsikan," katanya. Ia menambahkan pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan Bupati Bandung untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Melong yang berada di wilayah perbatasan.

"Mudah-mudahan pak bupati membebaskan (di wilayah) Margaasih ke Citarum tahun 2022 sehingga dari hulu ke hilir berjalan lancar," katanya. Pihaknya juga sudah membebaskan 40 rumah di Cigugur untuk dibuatkan embung namun pelaksanaannya menunggu penyelesaian banjir di Melong.

Total terdapat 19 titik wilayah langganan banjir dan diakui para petugas yang terbatas sering kewalahan. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan tidak membangun di area parit.

Beberapa penyebab banjir di Cimagi di antaranya karena penyempitan drainase, tersumbat dan sedimentasi.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan pihaknya memberikan bantuan alat berat untuk pengerukan tanah di kolam retensi tersebut. Ia berharap keberadaannya dapat meminimalisasi banjir yang sering terjadi pada satu kelurahan di Kota Bandung dan tidak jauh dari rumah pribadinya.

"Saya jauh (tempat tinggal), cuma satu kelurahan saja (yang banjir). Saya sering ke situ," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Wapres Ingatkan Semua Pemda Antisipasi Banjir dan Longsor

Sawah-Sawah di Aceh Utara Terancam Puso

Gubernur Kalteng, Sugianto Kunjungi Warga Terdampak Banjir

Banjir Rob Pekalongan

Tujuh Kecamatan di Jember Siaga Banjir

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image