Bandung akan Naikkan Status PPKM dari Level 2 ke Level 3

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Petugas Satpol PP mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di kawasan Alun-Alun Bandung, Kota Bandung, Ahad (14/11). Kawasan Alun-Alun Bandung yang menjadi salah satu destinasi wisata kota mulai terlihat ramai dan dipadati pengunjung saat akhir pekan, seiring turunnya angka kasus Covid-19 dan status Kota Bandung yang saat ini menjadi PPKM Level 2. Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas Satpol PP mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di kawasan Alun-Alun Bandung, Kota Bandung, Ahad (14/11). Kawasan Alun-Alun Bandung yang menjadi salah satu destinasi wisata kota mulai terlihat ramai dan dipadati pengunjung saat akhir pekan, seiring turunnya angka kasus Covid-19 dan status Kota Bandung yang saat ini menjadi PPKM Level 2. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menaikkan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari semula level 2 ke level 3 apabila pemerintah pusat memutuskan kebijakan tersebut. Jam operasional dan kapasitas pada sektor usaha di Bandung akan dikurangi kembali.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan kebijakan pemerintah pusat yang berencana menaikkan PPKM ke level 3 di kota kabupaten jelang libur natal dan tahun baru dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19. Terlebih kekhawatiran gelombang tiga pandemi.

Baca Juga

"Saya pikir itu kebijakan pemerintah pusat karena memang ya sama kelihatan punya kekhawatiran peningkatan (Covid-19) apalagi ada gelombang ketiga di negara lain tapi itu semua karena mobilitas apalagi Nataru itu liburnya cukup panjang," ujarnya usai meresmikan penataan PKL di Jalan Begawan, Kamis (18/11).

Ia menuturkan aktivitas masyarakat pada saat libur Nataru di objek wisata diprediksi akan lama sehingga dipilih menaikkan PPKM ke level 3. Konsekuensi penaikkan level yaitu jam operasional dan kapasitas akan dikurangi. "Misal kapasitas udah bisa 50 persen nanti kembali jadi 25 persen, jam operasional jam 10 jam 11 balik lagi jam 9 malam," ujarnya.

Apabila naik level, Yana mengungkapkan tidak akan menutup sektor usaha yang dilarang beroperasi seperti tempat bermain anak. "Kelihatannya gak, kita lebih kepada jam operasional dan kapasitas ke PPKM level tiganya itu. Pasti (kita ikuti pusat) kan harus inline kemendagri," katanya.

Ia menyebutkan selama tidak ada pelanggaran yang fatal tidak dilakukan pengurangan relaksasi tempat. Ia menambahkan apabila pengurangan jam operasional dan kapasitas masih muncul kerumunan maka akan dilakukan penyekatan. Kebijakan penyekatan masih dalam tahap wacana dan akan segera dibahas oleh pimpinan.

"Kemungkinan (penyekatan) kalau setelah dikaji pengurangan jam operasional dan kapasitas masih terjadi kerumunan bisa jadi," katanya.

Ia menegaskan pihaknya akan sejalan dengan keputusan pemerintah pusat termasuk menyangkut penurunan level PPKM ke 3.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Catat, ASN Hingga Karyawan Swasta Dilarang Cuti Akhir Tahun

Jakarta Bersiap Terapkan PPKM Level 3

Kota Semarang Belum Perlu Ganjil Genap di Libur Akhir Tahun

Jelang Libur Nataru, Satgas: Semua Pihak Patuhi Prokes

Jabar Dukung PPKM Level 3 se-Indonesia di Akhir Tahun

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image