Manisnya Bertani Tebu

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Buruh tani memanen tebu hijau (ilustrasi)
| Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani

Belajar dari kegagalan itu, Darman memperoleh pengetahuan dan pengalaman menanam tebu. Hasilnya, di tahun kedua penanaman atau panen pada 2020, dia menikmati keuntungan bersih hingga Rp 49,8 juta dari lahan tebu seluas 3,5 hektare.

Sedangkan pada panen 2021, Darman belum bisa memastikannya karena masih dalam proses penghitungan. Namun diperkirakan, hasilnya tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. "Alhamdulillah, bisa untuk menyenangkan anak dan istri," tutur pria yang juga menjabat sebagai Kasi Pelayanan Desa Kerticala tersebut.

Meski kini bertanam tebu, namun dalam waktu bersamaan, Darman juga masih tetap menanam padi di lahan sawahnya sendiri. Dia menilai, pemeliharaan tanaman tebu jauh lebih mudah dibandingkan tanaman padi.

"Kalau tanaman tebu, hanya rumput saja yang harus diawasi. Sedangkan padi, hamanya banyak sehingga pemeliharaannya lebih ribet," cetus Darman.

Sedangkan dari segi hasil, Darman bisa meraup keuntungan bersih dari panen tebu sekitar Rp 15 juta per hektare per tahun. Sedangkan dari menanam padi, keuntungan bersihnya berkisar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per hektare per panen, tergantung harga gabah saat panen. Dalam setahun, tanam padi biasanya dilakukan dua kali.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Pupuk Kujang Siap Tingkatkan Produktivitas Tebu di Jabar

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

PG Rajawali II Kecam Tindak Kekerasan Tewaskan Petani Tebu

Pabrik Gula di NTB Targetkan Giling Tebu 867 Ribu Ton

Petani Tebu Tewas, Bupati: Premanisme Ganggu Iklim Investasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image