PTM di Kota Cirebon Diharap Bisa 100 Persen

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Fakhruddin

PTM di Kota Cirebon Diharap Bisa 100 Persen (ilustrasi).
PTM di Kota Cirebon Diharap Bisa 100 Persen (ilustrasi). | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON -- Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Cirebon diharapkan bisa berlangsung dengan kapasitas 100 persen. Namun, hal itu bisa terealisasi jika sejumlah syaratnya terpenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, mengatakan, untuk bisa menerapkan PTM hingga 100 persen, maka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Cirebon yang kini sudah mencapai level 1, bisa terus bertahan di level 1. Selain itu, kasus penyebaran Covid-19 pun landau bahkan nol kasus.

‘’Kalau kita (PPKM) level 1 dan kasusnya landai, kemungkinan PTM-nya 100 persen pada semester dua tahun depan,’’ ujar Irawan, Kamis (25/11).

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Kota Cirebon sebenarnya masuk pada level 1. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 16 - 29 November 2021.

Meski demikian, Pemkot Cirebon tetap menerapkan pembatasan pada sejumlah aktivitas. Salah satunya dalam aktivitas PTM terbatas pada satuan pendidikan, dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Nomor 433 / SE.113 - PEM tentang Pemberlakuan PPKM Level 1 Covid 19 Dalam Rangka Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Covid 19 di Kota Cirebon.

Pemkot Cirebon pun telah melakukan uji petik untuk menguji pelaksanaan PTM di Kota Cirebon.  Uji petik dilakukan dengan melaksanakan tes swab PCR kepada siswa.

Uji petik kedua telah dimulai sejak 15 November 2021 dan akan berlangsung hingga tiga pekan mendatang. Uji petik itu dilakukan di 30 sekolah, yang terdiri dari tingkat SD, SMP, SMA, madrasah dan pondok pesantren.

Dalam sehari, uji petik dilakukan di dua sekolah berbeda. Adapun jumlah sampel yang diperiksa mencapai 100 orang di masing-masing sekolah.

‘’Sampai sekarang, kami belum menerima hasil uji petik kedua. Mudah-mudahan negatif semua,’’ tutur Irawan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Bastijan, hingga berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi mengenai hasil uji petik kedua. Telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan Republika belum mendapat balasan.

Sementara itu, dalam uji petik  pertama yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya, diketahui ada lima siswa terkonfirmasi positif. Setelah dilakukan tracing, jumlah tersebut bertambah empat orang. Sehingga total ada sembilan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun meskipun demikian, PTM di Kota Cirebon masih tetap dilanjutkan. Pasalnya, angka tersebut masih dibawah satu persen. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pengajuan Izin PTM 49 SMP di Surabaya Ditolak

Guru dan Tantangan Pedagogi Digital pada Era Pandemi

49 SMP di Surabaya Belum Laksanakan PTM

Ribuan Guru Honorer Jadi Garda Terdepan Pembelajaran Daring

Eri Minta Seluruh Sekolah di Surabaya Gelar PTM

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image