Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Dari Target 70 Persen, Vaksinasi Jabar Telah Capai 68 Persen

Jumat 10 Dec 2021 18:48 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Sejumlah nelayan mengikuti vaksinasi COVID-19 usai melakukan bongkar muat ikan di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Senin (6/12/2021). Vaksinasi COVID-19 bagi nelayan itu digelar untuk mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok tuntas pada Desember 2021 dengan target 32 juta jiwa untuk wilayah Jawa Barat.

Sejumlah nelayan mengikuti vaksinasi COVID-19 usai melakukan bongkar muat ikan di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Senin (6/12/2021). Vaksinasi COVID-19 bagi nelayan itu digelar untuk mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok tuntas pada Desember 2021 dengan target 32 juta jiwa untuk wilayah Jawa Barat.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Masyarakat diminta tetap mematuhi prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Tingkat capaian vaksinasi Covid-19 di Jabar sudah mencapai 68 persen. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Alhamdulillah, tingkat vaksinasi kita di Jabar sudah mendekati 68 persen dari target 70 persen yang kita kejar di akhir tahun ini,’’ ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Cirebon, Jumat (10/12).

Baca Juga

Bahkan, lanjut Suntana, tingkat capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon sudah hampir 100 persen. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada TNI, Wali Kota Cirebon maupun masyarakat atas capaian tersebut.

Namun, lanjut Suntana, meski tingkat vaksinasi sudah tinggi, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti menghindari kerumunan, memakai masker dan mencuci tangan.

Sedangkan bagi pelaku usaha, diminta menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu untuk memastikan pengunjung yang datang ke tempat usahanya sudah melalui proses vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, terkait masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Suntana mengakui, masa libur biasanya digunakan masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahim. Pemerintah pun telah memabatalkan penerapan level 3 PPKM di semua daerah pada masa libur Nataru. Karenanya, penerapan level PPKM disesuaikan dengan level di masing-masing daerah.

Meski pemerintah sudah memutuskan hal tersebut, namun Suntana tetap mengimbau agar masyarakat menghindari kerumunan. "Kalau tidak ada keperluan, silakan di dalam rumah saja,’’ tukas Suntana.

Suntana menambahkan, di masa libur Nataru, check point juga akan didirikan di sejumlah titik. Hal tersebut untuk memastikan laju penyebaran pandemi Covid-19 tidak memasuki Jabar, termasuk Cirebon.

"(Check point) hanya untuk memastikan masyarakat yang bepergian sudah menjalankan vaksinasi Covid-19,’’ cetus Suntana.

Sementara itu,  Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengaku bersyukur capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon sudah mendekati 100 persen. "Ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara Forkopimda dan organisasi masyarakat serta dukungan masyarakat,’’ kata Azis.

Meski demikian, Azis juga menekankan agar masyarakat yang sudah divaksin Covid-19 untuk tetap menerapkan prokes secara disiplin. Dengan menjalankan vaksinasi Covid-19 dan disiplin prokes, herd immunity akan tercipta di Kota Cirebon.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA