Jangan Dikebiri, Guru Pemerkosa Santriwati Disebut Lebih Cocok Dihukum Mati

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ilham Tirta

Hukuman Mati..(ilustrasi)
Hukuman Mati..(ilustrasi) | Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelaksana tugas Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim), KH Abdussalam Shohib mengecam keras pemerkosaan yang dilakukan HW terhadap 13 santri di Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat. Meski begitu, ia menyebut HW tidak layak dikebiri.

Menurutnya, HW lebih cocok dipenjara seumur hidup atau diberi hukuman mati. "Kajian bahtsul masail, tidak rekomendasikan kebiri, tapi penjara seumur hidup atau hukuman mati," ujarnya, Senin (13/12).

Baca Juga

Pemerkosaan tersebut,  kata Gus Salam, bukan dilakukan di pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU. Kendati begitu, ia mengingatkan tidak saatnya untuk saling menyalahkan. Karena hal itu bukanlah solusi.

Ia mengajak semua pihak agar bertanggung jawab mendampingi korban, baik secara hukum, moral, dan sosial. "Kita juga ajak semua pihak terbuka, bagi korban dan keluarganya jangan segan melaporkan. Kami NU akan selalu dampingi dan berpihak kepada korban," kata dia.

Wakil Ketua PWNU Jatim itu menambahkan, kejadian tersebut bisa menjadi momentum introspeksi agar tak ada kejadian serupa. RMI NU yang merupakan asosiasi pesantren NU berencana memberikan sertifikat kepada pondok pesantren di bawah naungan RMI sebagai bukti pesantren tersebut sehat dan aman.

"Kita juga lakukan koordinasi secara internal, komunikasi dan koordinasi dengan LBHNU dan LKKNU. Kita akan koordinasi dengan pihak eksternal, yaitu LBH, KPAI, Kemenag, dan aparat yang berwenang," kata Gus Salam.

Dengan adanya sertifikasi itu, kata dia, bisa membuat pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU tetap akan dipercaya masyarakat. Ia juga berharap hal serupa dilakukan terhadap pondok pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ridwan Kamil Minta Publik Empati pada Psikis Santriwati Korban Pemerkosaan

Guru Pemerkosa Santriawati Lebih Cocok Dihukum Mati

Ridwan Kamil Desak DPR Sahkan RUU PKS

Ahli Hukum: Polisi Terkesan Menutupi Perlakuan Cabul HW

Pelaku Pelecehan Seksual Herry Wirawan Ditahan di Rutan Kebonwaru Sejak 28 September

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image