Gerindra akan Selesaikan Konflik Kamrussamad-Sandiaga Soal Ijtima Ulama Jabar

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya akan selesaikan konflik Kamrussamad-Sandiaga Uno soal Ijtima Ulama.
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya akan selesaikan konflik Kamrussamad-Sandiaga Uno soal Ijtima Ulama. | Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi polemik yang terjadi antara anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Ia menjelaskan, masalah tersebut akan diselesaikan di internal partai.

"Kami sudah ingatkan kepada kader-kader kami untuk tidak membawa bawa masalah seperti itu lagi di media dan kami akan selesaikan secara internal," singkat Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/12).

Baca Juga

Diketahui, politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, mengingatkan Sandiaga Uno untuk berhati-hati mendapatkan dukungan dari pihak yang mengatasnamakan forum ijtima ulama. Ia menegaskan deklarasi yang dilakukan di Jakarta pada Bulan November dan di Jawa Barat pada Desember 2021, merupakan tindakan berpotensi menimbulkan politik identitas sebagai pemecah belah bangsa.

Namun, Dasco menegaskan bahwa pernyataan yang keluar tersebut bukan merupakan sikap partai. "Itu adalah bukan sikap partai itu adalah person to person yang kemudian ada di media," tegas Dasco.

Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara usai dituding merekayasa forum ijtima ulama untuk mendeklarasikannya sebagai calon presiden (capres) di 2024. Ia menegaskan, fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

"Sekarang saya fokusnya di parekraf, tidak kepikiran sama sekali untuk melakukan hal-hal yang lain," ujar Sandiaga lewat keterangannya, Senin (20/12).

Tugasnya saat ini adalah memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya agar ekonomi dapat Indonesia dapat bangkit dan lapangan pekerjaan kembali terbuka.

Ia sendiri memuliakan dan menghargai pendapat para ulama. Sebab mereka adalah waratsatul anbiya atau pewaris para Nabi. "Ulama itu adalah panutan saya dan kami sangat memuliakan nasehat dari para ulama-ulama," ujar Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sekali lagi menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah tugasnya sebagai Menparekraf. Sekarang adalah momen bersatu untuk bangkit dari pandemi.

"Saya yakin saat ini adalah saat yang paling penting untuk kita bersatu padu, jangan sampai kita terpecah belah," ujar Sandiaga yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Survei Populi Center: Ganjar Lebih Didukung Jadi Capres Dibanding Puan

Sandiaga Uno: Saya Fokus Sebagai Menparekraf

KedaiKOPI: Elektabilitas Pasangan Anies-Ganjar 62,0 Persen

Gerindra Dibingungkan Elektabilitas Dua Kadernya

Gus Yahya: Saya tidak Mau Ada Capres dan Cawapres dari PBNU

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image