Keluarga Korban Tuntut Herry Wirawan Dihukum Mati atau Kebiri, Ini Kata Kajati

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bayu Hermawan

Usulan Kebiri Kimia untuk Herry Wirawan
Usulan Kebiri Kimia untuk Herry Wirawan | Foto: Infografis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep Mulyana, angkat bicara terkait dengan tuntutan keluarga korban yang meminta pelaku pelecehan seksual Herry Wirawan dihukum mati. Asep mengatakan, tuntutan akan mengacu kepada fakta persidangan yang muncul.

"Nanti kita lihat (hukuman mati), saya gak berani berandai-andai. Nanti fakta di persidangan seperti apa," ujarnya seusai mengikuti sidang lanjutan kasus pelecehan seksual dengan pelaku Herry Wirawan di PN Bandung, Selasa (21/12).

Baca Juga

Termasuk tuntutan yang diinginkan keluarga korban diantaranya hukuman kebiri. Pihaknya saat ini fokus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku Herry Wirawan.  "Nanti kita lihat," katanya.

Asep mengatakan, persidangan saat ini dilakukan secara hybrid yaitu pemeriksaan saksi secara online maupun offline. Kesaksian para saksi mendukung dan membuktikan terjadi tindak pidana pelecehan seksual.

"Kami juga memeriksa saksi-saksi, ada dua saksi yang hadir, satu hadir fisik dan satu hadir memberikan keterangan melalui video conference. Dari keterangan tersebut pada intinya mendukung pembuktian ada dugaan tindak pidana yang dilakukan HW dalam pengelolaan pesantren dan tempat pendidikan," katanya.

Asep mengatakan pelaku melanggar undang-undang perlindungan anak. Selain itu, pihaknya juga menanyakan terkait dengan penggunaan dana bantuan sosial serta metode pembelajaran, mekanisme pembelaja4an dan kurikulum serta evaluasi pembelajaran.

"Ada beberapa dalam bentuk program Indonesia Pintar dan lainnya. Yang bersangkutan mengajukan atas nama anak-anak kemudian menerima bansos dan ditarik untuk digunakan kepentingan bersangkutan," katanya.

Total saksi anak yang telah diperiksa sebanyak 18 orang. Mereka adalah saksi yang melihat, mengalami langsung dan saksi pendukung yang mendapat cerita atau kejadian tersebut.

"Sekarang kurang lebih 18 saksi anak. Mereka yang pertama klaster mengalami langsung, melihat langsung, mendengar peristiwa itu dan ada pendukung yang hanya mendapat cerita atau mengetahui kejadian kejadian atau fakta perbuatan dalam proses pengelolaan dan pembelajaran," jelasnya.

 

photo
Usulan Kebiri Kimia untuk Herry Wirawan - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Iriana Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Asusila pada Anak

Istri Herry Wirawan Pelaku Pemerkosaan Santri akan Diperiksa

Lanjutan Sidang Asusila Santri Anak di PN Bandung

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image