Plt Wali Kota Bandung Klaim Bisnis Pariwisata Membaik

Rep: m fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Pengendara melintasi ruas Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Ahad (12/12). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung mewacanakan kembali menutup 10 titik ruas jalan raya di Kota Bandung pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna menekan mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura
Pengendara melintasi ruas Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Ahad (12/12). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung mewacanakan kembali menutup 10 titik ruas jalan raya di Kota Bandung pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna menekan mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengklaim bisnis pariwisata sudah mulai mengalami perbaikan di masa pandemi Covid-19. Terlebih perbaikan terjadi setelah dilakukan relaksasi sektor ekonomi dan perubahan level penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 3 ke level 2.

"Saya pikir Alhamdulillah saat ini sudah mulai ada pemulihan ekonomi di sektor pariwisata jasa juga," ujarnya kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Baca Juga

Meski terjadi perbaikan, namun ia meminta kepada seluruh pelaku usaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Terlebih Kota Bandung merupakan kota terbuka dan menjadi tujuan masyarakat untuk berkunjung atau berlibur.

"Tetap saya berpesan ke teman yang sudah direlaksasi di semua sektor tetap prokes jadi beberapa kali saya sampaikan, Kota Bandung kota terbuka metropolitan jadi wajar banyak orang melakukan aktivitas di Kota Bandung kerja atau libur," katanya.

Yana mengatakan masyarakat atau wisatawan yang berada di Kota Bandung harus memproteksi diri dengan disiplin protokol kesehatan (prokes). Sedangkan untuk pelaku usaha harus memasang aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19."Harus memproteksi diri sendiri di setiap tempat (pelaku usaha) dengan peduli lindungi karena gak tahu mereka (masyarakat) masuk zona merah atau hitam," katanya.

Sebelumnya, pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menutup akses jalan menuju lokasi keramaian apabila potensi kerumunan di tempat tersebut semakin membesar. Namun sebelum itu, para petugas akan terlebih dahulu melakukan deteksi dini dengan membubarkan kerumunan-kerumunan berskala kecil. 

"Kita upayakan di (tempat) potensi kerumunan kita deteksi dini, kalau makin banyak sulit dibubarkan dan kalau ternyata terjadi kerumunan besar, situasional bisa dilakukan penyekatan atau penutupan jalan," ujarnya.

Ia mengatakan petugas akan melakukan antisipasi potensi kerumunan dengan terlebih dahulu membubarkan massa. Pihaknya memperkirakan pusat kota akan dipadati oleh masayarakat. 

"Insya Allah kita juga selalu akan melakukan pembubaran potensi kerumunan yang kemungkinan bisa diantisipasi akan terjadi konsentrasi masa di libur natal tahun baru di Pasoepati, Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Jalan Dago. Kita sepakat akan melakukan antisipasi pembubaran massa sebelum kerumunan itu membesar," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


ASN Kota Bandung Dilarang Cuti Saat Libur Nataru

Sejumlah Jalan di Kota Bandung Saat Malam Tahun Baru 2022 Ditutup

Jalur Kereta Cibatu-Garut Rampung, Izin tak Kunjung Turun

Libur Nataru, Kota Bandung tidak Lakukan Penyekatan Jalan

2.497 Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun di Bandung Telah Divaksin Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image