KSAD: Tiga Anggota TNI Terlibat Tabrakan di Nagreg Layak Dipecat

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman bersama istri berdoa di makam almarhumah Salsabila saat berziarah di Kampung Tegal Lame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (27/12). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi rumah duka sekaligus berziarah ke makam almarhum Handi Harisaputra dan almarhumah Salsabila, korban tabrak lari yang diduga melibatkan oknum TNI AD. Foto: Republika/Abdan Syakura
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman bersama istri berdoa di makam almarhumah Salsabila saat berziarah di Kampung Tegal Lame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (27/12). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi rumah duka sekaligus berziarah ke makam almarhum Handi Harisaputra dan almarhumah Salsabila, korban tabrak lari yang diduga melibatkan oknum TNI AD. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyebut, tiga anggota TNI AD yang terlibat peristiwa tabrakan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu (8/12), memang layak dipecat.

Selain terlibat penabrakan, Kolonel Priyanto bersama dua Kopral Andreas Dwi Atmoko dan Kopda Ahmad Sholeh ikut menggotong Handi Saputra dan Salsabila ke dalam mobil Panther warna hitam. Warga dilarang ikut membantu korban tabrakan tersebut.

Baca Juga

Ternyata Handi dan Salsa tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan jenazah dibuang di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Menurut Dudung, apa yang dilakukan tiga personel TNI AD tersebut sudah di luar batas.

"Menurut saya ini layak (dipecat) karena apa yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan," kata Dudung di kediaman korban di Limbangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (27/12).

Dudung mengatakan, tiga personel TNI AD kini telah ditahan di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, setelah dialihkan dari satuan asalnya, yaitu Kodam XIII/Merdeka dan Kodam IV/Diponegoro. Dia memastikan, TNI AD akan tunduk kepada supremasi hukum yang ada untuk mengawal proses hukum tersebut.

Meski begitu, menurut Dudung, pihaknya tetap menunggu putusan dari peradilan militer, sebelum melakukan pemecatan kepada pelaku penabrak Handi dan Salsa. Hal itu lantaran TNI AD berpedoman kepada hukum.

"Apabila putusan peradilan militer disertai dengan pidana pemecatan, maka saya selaku Kepala Staf Angkatan Darat akan menyesuaikan dan akan mengurus administrasi untuk dilakukan pemecatan," kata Dudung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Perkara di Tiga Kodam Kasus Penabrakan Nagreg Ditarik ke Puspomad

Puspomad Selidiki Motif Anggota TNI AD Buang Korban Tabrakan ke Sungai

Jenderal Dudung Kunjungi Rumah dan Makam Korban Tabrakan di Nagreg

Dikawal Ketat Penyidik Puspomad, Kolonel Priyanto Dibawa ke Jakarta

Pernyataan Kapendam IV/Diponegoro Soal Kolonel Priyanto Pembuang Jenazah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image