Selasa 28 Dec 2021 04:40 WIB

Menko PMK: Mestinya Puskesmas di Kepulauan Seribu Miliki Ruang Rawat Inap

Fasilitas ruang rawat inap di Puskesmas Pulau Tidung dinilai sangat kurang.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Mas Alamil Huda
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Pulau Tidung, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka pada Senin (27/12). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi, terutama terkait fasilitas pelayanan umum yang ada di Kepulauan Seribu.
Foto: dok. Humas Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Pulau Tidung, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka pada Senin (27/12). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi, terutama terkait fasilitas pelayanan umum yang ada di Kepulauan Seribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Pulau Tidung, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka pada Senin (27/12). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi, terutama terkait fasilitas pelayanan umum yang ada di Kepulauan Seribu.

Hasil pantauan Menko PMK yang saat itu didampingi Bupati Kepulauan Seribu Junaedi, terdapat beberapa persoalan yang harus segera ditangani. Salah satu yang paling mendesak, yaitu kurangnya fasilitas ruang rawat inap di Puskesmas Pulau Tidung yang ada di Kepulauan Seribu. Sementara ini hanya ada dua, sedangkan penduduk yang harus ditangani ada 5.000-an.

Baca Juga

“Mestinya fasilitas kesehatan di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu, yang jumlah penduduknya di atas 5.000, harus menyediakan ruang rawat inap paling tidak lima kamar. Sehingga kalau ada yang mengalami masalah kesehatan dan memerlukan perawatan tidak perlu diangkut ke luar pulau apalagi sampai ke darat, ke Jakarta,” ujarnya.

Selain memakan waktu, kata Menko PMK, banyak pasien yang juga akhirnya tidak tertolong. Oleh sebab itu, ia merekomendasikan kepada Bupati Kepulauan Seribu bahwa selain ada RS rujukan di Pulau Pramuka sebaiknya harus disiapkan puskesmas yang memiliki ruang rawat inap.

Kendati demikian, sejumlah persoalan lain yang ditemukan di Kepulauan Seribu, misalnya fasilitas dermaga di Pulau Panggang yang dinilai sudah mengalami kerusakan sangat berat. Tindak lanjutnya, Muhadjir mengaku akan langsung berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan.

“Untuk fasilitas pendidikan ibtidaiyah negeri juga di sana sudah ada, tetapi fasilitasnya masih numpang atau nyewa milik yayasan. Ini saya kira tidak tepat dan karena itu saya sudah minta Pak Bupati. Seharusnya punya lahan sendiri, tidak menyewa pada pihak ketiga. Mudah-mudahan dengan kunjungan kerja saya ini, nanti paling tidak ada yang bisa kita tindak lanjuti,” kata mantan mendikbud itu.

Selain 'belanja masalah', kunjungan kerja Menko PMK ke Kepulauan Seribu juga untuk menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan (prokes) di antaranya dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat. Mengingat, pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu ditaksir bakal menjadi tujuan destinasi wisata bagi masyakat terutama dari ibu kota dan sekitarnya.

“Sesuai pesan Bapak Presiden, karena Covid-19 ini belum selesai apalagi ada varian baru yaitu Omicron, yang hari ini saja kenaikan kasusnya sudah ada lebih dari 40 orang, kita harus memiliki kewaspadaan tinggi, karena tingkat penyebaran Omicron ini lebih cepat dari yang sebelumnya,” papar Muhadjir.

Ia mewanti-wanti disiplin prokes harus terus digalakkan sehingga nanti ketika banyak wisatawan berdatangan ke Kepulauan Seribu, masyarakat tidak perlu khawatir karena betul-betul sudah aman dari Covid-19. Apalagi, vaksinasi juga sudah dilakukan dan telah mencapai di atas 60 persen.

“Saya kira ini suatu terobosan yang bagus sehingga Kepulauan Seribu juga tidak akan menjadi episentrum atau pusat penyebaran Covid-19 ke depannya,” ujarnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement