PPKM Kota Cirebon Jadi Level 2 Padahal Nol Kasus Covid-19

Red: Andri Saubani

Seorang pengunjung sedang mengakses aplikasi Peduli Lindungi saat hendak memasuki salah satu mal di Kota Cirebon. PPKM di Kota Cirebon saat ini berada pada Level 2. (ilustrasi)
Seorang pengunjung sedang mengakses aplikasi Peduli Lindungi saat hendak memasuki salah satu mal di Kota Cirebon. PPKM di Kota Cirebon saat ini berada pada Level 2. (ilustrasi) | Foto: lilis sri handayani

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Jawa Barat Agus Mulyadi mengatakan status pemberlakuan pemberantasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali ke level 2 dikarenakan penelusuran (tracing) yang dilaporkan di bawah 14. Padahal Kota Cirebon saat ini nol kasus Covid-19.

"Karena (di Kota Cirebon) nol kasus Covid-19, maka tracing tidak ada," kata Agus di Cirebon, Rabu (5/1).

Baca Juga

Agus mengatakan, pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 01/2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali bahwa Kota Cirebon, Jawa Barat, masuk dalam PPKM level 2. Masuknya Kota Cirebon ke level 2 itu kata Agus, dikarenakan adanya beberapa indikator dalam penilaian, apakah suatu daerah itu masuk PPKM level, 1, 2, 3, maupun 4.

Di antara indikator yang ada itu, testing, penelusuran (tracing) dan perawatan (treatment), selain itu ada pula kaitannya dengan vaksinasi Covid-19. "Indikator leveling dinamis. Khususnya penelusuranmempengaruhi leveling, kalaudi bawah 14 orang yang kontak erat dianggapterbatas," ujarnya.

Menurutnya, penelusuran menjadi salah satu penentu penilaian tingkatkan level PPKM di daerah. Saat ini di Kota Cirebon tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, keterisian tempat tidur rumah sakit stabil, hingga tingkat kematian nol. Namun, karena penelusuran kurang, maka yang sebelumnya Kota Cirebon berada pada level 1, kini turun ke level 2.

Agus menambahkan akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya tentang keputusan Kota Cirebon jadi level 2, dan akan mencari tahu tentang jumlah penelusuran yang sudah dilakukan. Padahal, Pemkot gencar melakukan penelusuran terhadap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dan beraktivitas.

"Kalau penelusuran kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan itu tercatat, hasilkita harusnya bisa lebih tinggi. Nanti kita coba evaluasi dan minta Dinas Kesehatan (Dinkes), apakah penelusuran kita nol atau ada input yang belum masuk," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


'Flurona': Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin Influenza dan Covid-19

21 Anak Jerman tak Sengaja Diberikan Dosis Vaksin Covid-19 Dewasa

Sumut Perketat Pengawasan Antisipasi Penggunaan Vaksin Booster ilegal

Ampuh Keluhkan Ketidakpastian Kebijakan Umroh di Masa Pandemi

Ini Tanda Pandemi akan Berakhir Menurut Para Ahli

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image