Minyak Goreng Mahal, Pedagang Gorengan Dilema

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Fuji Pratiwi

Pedagang gorengan. Minyak goreng mahal, pedagang gorengan di Kota Cirebon, Jawa Barat, jadi dilema.
Pedagang gorengan. Minyak goreng mahal, pedagang gorengan di Kota Cirebon, Jawa Barat, jadi dilema. | Foto: Rahayu Marini Hakim/ Republika

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Harga minyak goreng di pasar tradisional di Kota Cirebon, Jawa Barat, masih selangit. Pedagang gorengan pun dilema karena susah menaikkan harga jual dagangan mereka.

Salah seorang pedagang gorengan di Kota Cirebon, Surti, menyebutkan, harga minyak goreng di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 20 ribu per liter. Harga itu dinilainya sangat mahal dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga

"Sekarang minyak goreng yang kemasan maupun yang curah, sama saja, Rp 20 ribu per liter," ujar Surti, Rabu (5/1).

Surti mengatakan, dengan modal yang lebih besar untuk membeli minyak goreng, dia tidak bisa menaikkan harga jual dagangannya. Selain itu, dia juga tak mungkin memperkecil ukuran gorengannya.

"Nanti pembeli pasti protes," Surti.

Selain minyak goreng yang mahal, Surti juga terbebani dengan mahalnya harga cabai. Seperti cabai rawit merah, yang harganya masih Rp 100 ribu per kilogram dan harga cabai rawit hijau Rp 60 ribu per kilogram.

Hal senada diungkapkan pedagang gorengan lainnya, Siti. Dia pun mengaku sangat keberatan dengan tingginya harga minyak goreng.

"Kalau ukuran gorengan dikecilin, pembeli pada protes," ungkap perempuan yang berjualan di lingkungan perkantoran di Kota Cirebon itu.

Sementara itu, untuk menstabilkan harga pangan termasuk minyak goreng, Pemkot Cirebon akan menyiapkan operasi pasar.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon selaku Ketua Pelaksana Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menjelaskan, komoditas pangan yang mengalami kenaikan di antaranya adalah daging ayam ras, telur, cabai rawit, cabai merah dan minyak goreng.

"Kita akan pantau. Jika terus naik, kita segera lakukan operasi pasar," kata Agus.

Hal senada diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bakti Artanta. Dia menyebutkan, ada lima komoditas pangan yang mengalami kenaikan pada Desember 2021. Yakni, daging ayam res, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit dan minyak goreng.

Bakti mengatakan, TPID Kota Cirebon akan terus memantau perkembangan harga komoditas pangan tersebut. Survei dan monitoring pun akan diintensifkan pada minggu pertama dan kedua Januari. Jika masih terus naik, maka operasi pasar akan digelar.

"Itu langkah TPID untuk menstabilkan harga," kata Bakti.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Mendag: Produksi Minyak Goreng Kemasan Sederhana Libatkan 70 Industri

Mendag: Operasi Pasar Minyak Goreng Masih Dilakukan

Pembatalan Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Penyediaan Minyak Goreng Rp 14 Ribu Berlaku Secara Nasional

Sudah Nataru, Harga Minyak Goreng Masih Mahal

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image