RSHS Belum Rawat Pasien Omicron

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani

Petugas keamanan berjaga di depan Ruang Isolasi Infeksi Khusus untuk pasien yang terkena virus corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung. Hingga kini RSHS belum merawat pasien Covid-19 varian Omicron.
Petugas keamanan berjaga di depan Ruang Isolasi Infeksi Khusus untuk pasien yang terkena virus corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung. Hingga kini RSHS belum merawat pasien Covid-19 varian Omicron. | Foto: Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Virus varian baru Covid 19, Omicron, sudah mulai masuk ke Jawa Barat (Jabar). Namun, Menurut Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Muhammad Kamaruzzaman, hingga saat ini RSHS belum menerima pasien Omicron.

"Alhamdulillah, per tanggal 13 Januari 2022 ini RSHS Bandung belum menerima pasien dengan suspek varian Omicron," ujar Kamaruzzaman kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga

Kamaruzzaman mengatakan, penanganan pasien Omicron secara umum tak ada penanganan spesifik. Karena, varian Omicron dan Covid-19 tak terlalu berbeda. Bahkan, untuk mereka yang sudah divaksin itu tak ada gejala. Kalaupun ada gejala, biasanya ringan. 

"Sehingga kita tetap bersyukur akan hal ini. Tapi, tetap kita harus menjaga prokes (protokol kesehatan), pakai masker, jaga jarak, dan menjauhi kerumunan," katanya.

Terkait data pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di RSHS, menurut Kamaruzzaman, pasien yang dirawat di Kemuning 2 ada 17 pasien dari 28 tempat tidur yang tersedia atau sekitar 60,7 persen. Untuk di ICU Kemuning ada tiga pasien Covid-19 dari tujuh tempat tidur yang tersedia atau sekitar 42,8 persen. Sedangkan di IGD isolasi ada empat pasien. 

"Jadi, total semua pasien Covid-19 per tanggal 13 Januari adalah 24 pasien," katanya.

Untuk kapasitas ruang isolasi, kata dia, hingga saat ini belum berubah, masih tetap pada lonjakan Juli dan Agustus disiapkan seperti itu. Yakni, dengan menyiapkan alat bantu ventilator dan diperluas dengan penempatan selasar isolasi. Kalau nanti terjadi lonjakan, maka ruang lama akan digunakan, ruang IGD dan isolasi juga digunakan.

"Jadi, total ruangan kapasitas yang disiapkan bisa mencapai 100 pasien nantinya," katanya.

Selain itu, kata dia, untuk IGD RSHS menyiapkan isolasi yang disiapkan dengan tabung oksigen berjumlah 40 buah, oksigen konsentrat sebanyak 22, transpot lebih dari tujuh buah dan hepafilter enam buah. Khusus di ruang isolasi, disiapkan dua driver untuk dikirim ke Kemuning ruang isolasi RSHS.

"Petugas sisrute 24 jam dengan akses komunikasi langsung ke tim penerimaan rujukan pasien Covid-19," katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pengunjuk Rasa Anti-Vaksin Bulgaria Serbu Parlemen

Dibayangi Omicron, Korsel akan Gunakan Pil Antivirus Pfizer

Kemenag Tunggu Kepastian Penyelenggaraan Haji dari Arab Saudi

Ribuan Guru di Prancis Mogok Massal Memprotes Penanganan Pandemi

WHO: Omicron tak Separah Delta, Tapi Berbahaya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image