Dinkes Jabar Sudah Lakukan Tracing kepada 14 Warga Terpapar Omicron

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Selain kesiapan fasilitas kesehatan, penguatan testing, tracing dan treatment (3T) intens dilakukan di tingkat puskesmas.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Nina Susana Dewi, ia berharap masyarakat Jabar untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Salah satu bentuk kewaspadaan itu tecermin dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi.

Baca Juga

"Kalau tidak hati-hati, kasus Covid-19 pada bulan Februari bisa naik. Tapi penularan bisa tertahan atau landai jika kita bersama-sama meningkatkan prokes," ujar Nina kepada wartawan, Kamis (13/1/2022). 

Nina mengatakan, 14 warga Jabar yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron sudah mendapatkan penanganan yang maksimal. Sebanyak 10 orang melakukan isolasi di Wisma Atlet, Jakarta, dan 4 warga lainnya menjalani perawatan di RSUD Al-Ihsan. 

"Semua sudah di-tracing, termasuk yang pernah kontak erat. Alhamdulillah, semua negatif," katanya.

Untuk penanganan varian Omicron, kata Nina, sama dengan penanganan Covid-19 varian lainnya. Pemerintah memperkuat 3T dan fasilitas kesehatan. Sedangkan masyarakat diminta tetap disiplin prokes dalam berkegiatan, menjauhi kerumunan, baik di ruang terbuka maupun tertutup, dan mengurangi mobilitas.

Menurut Nina, pengalaman penanganan gelombang dua pada pertengahan tahun lalu akan menjadi rujukan. Hal itu mulai dari penyiapan tempat isolasi di level desa, kabupaten/kota, dan provinsi, gencar melakukan tes Covid-19 dan telusur kontak erat, sampai kesiapan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).

"Termasuk vaksinasi Covid-19. Sampai saat ini, cakupan vaksinasi sudah 78-80 persen dari target. Jadi masih ada 20 persen yang kita lakukan vaksinasi," kata Nina. 

Pemprov Jabar pun, kata dia, sudah mengantongi strategi apabila kasus Covid-19 meningkat. Strategi pertama penguatan puskesmas. Menurut Nina, puskesmas bersama TNI/Polri dan PKK akan gencar melakukan tes dan telusur sebagai upaya mendeteksi dini. 

"Kita harus siap, termasuk testing-nya. Baik menggunakan rapid test antigen atau PCR. Kita juga harus siap dengan sumber daya manusia (SDM)," katanya.

Sedangkan strategi kedua, kata dia, berkaitan dengan penguatan rumah sakit. Selain tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19, ketersediaan oksigen, APD, dan obat-obat akan disiapkan dengan sebaik-baiknya. 

"Kami sudah mempunyai data dari gelombang kedua, mana saja rumah sakit yang bisa meningkatkan kapasitas tempat tidurnya sampai 40 persen dari total tempat tidur. Semua sudah ada datanya dan akan kami sampaikan kembali bila ada peningkatan kasus," papar Nina. 

"Kami dari provinsi sudah menyiapkan obat-obatan dan APD. Bagi kabupaten/kota yang memerlukan APD, dapat mengirimkan surat kepada kami," imbuhnya.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Pengunjuk Rasa Anti-Vaksin Bulgaria Serbu Parlemen

Dibayangi Omicron, Korsel akan Gunakan Pil Antivirus Pfizer

Ribuan Guru di Prancis Mogok Massal Memprotes Penanganan Pandemi

WHO: Omicron tak Separah Delta, Tapi Berbahaya

RSHS Belum Rawat Pasien Omicron

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image