ASN di Tasikmalaya Mulai Diberikan Booster

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang pekerja medis menyiapkan suntikan vaksin Covid-19 booster atau vaksinasi ketiga (ilustrasi)
Seorang pekerja medis menyiapkan suntikan vaksin Covid-19 booster atau vaksinasi ketiga (ilustrasi) | Foto: AP Photo/Tatan Syuflana

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai melaksanakan pemberian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) kepada kalangan non-tenaga kesehatan (nakes), Jumat (14/1/2022). Pemberian vaksinasi dosis ketiga itu sementara difokuskan kepada para aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra mengatakan, pihaknya telah menerima tata laksana pemberian booster untuk kalangan non-nakes pada Kamis (13/1/2022). Karena itu, baru hari ini pemberian booster baru dapat dilakukan.

Baca Juga

"Ini pakai vaksin yang belum kami gunakan. Ternyata bisa digunakan untuk booster karena kami belum dapat dropping vaksin lagi," kata dia, Jumat.

Asep mengatakan, ditargetkan pada hari ini pemberian vaksinasi dosis ketiga bisa dilakukan kepada 500 orang. Sasarannya adalah para ASN yang ada di lingkungan Bale Kota Tasikmalaya.

Ia mengatakan, pemberian vaksinasi dosis ketiga sebenarnya diprioritaskan kepada warga lanjut usia (lansia) dan orang yang memiliki penyakit bawaan. Namun, untuk memberikan booster, yang bersangkutan harus sudah menjalani vaksinasi dosis kedua dengan rentang waktu minimal enam bulan.

"Untuk booster, saya belum hitung dengan cermat jumlah sasarannya saat ini. Karena kan yang bisa dikasih adalah mereka yang menjalani vaksinasi dosis kedua pada Juni tahun lalu," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, pemberian vaksinasi dosis ketiga dapat dilakukan lantaran daerahnya telah memenuhi syarat. Ia menambahkan, pemberian vaksinasi dosis ketiga untuk kalangan nakes di Kota Tasikmalaya juga sudah hampir 100 persen.

"Makanya sekarang untuk pemberi layanan publik di pemerintahan. Nanti ini kami laksanakan dulu di institusi pemerintahan. Setelah itu, baru kami akan melangkah ke yang lainnya," kata dia.

Ia menjelaskan, ASN merupakan salah satu yang mendapat prioritas untuk mendapatkan booster. Sebab, ASN merupakan salah satu pemberi layanan publik. Selain itu, kalangan warga lansia juga akan menjadi prioritas dalam pemberian booster. "Yang penting mereka sudah divaksin dosis kedua dengan jarak minimal enam bulan," kata dia.

Uus menyebutkan, pemberian booster itu akan menggunakan jenis vaksin yang telah direkomendasikan BPOM. Jenis vaksin yang digunakan dapat sama dengan vaksin yang diberikan pada dosis pertama atau kedua (homolog) atau berbeda (heterolog). "Jadi, tak ada masalah karena memang rekomendasinya seperti itu," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Infografis 5 Vaksin Covid-19 Dapat Izin BPOM untuk Dosis Booster

Awali tahun 2022, Xendit Dukung Mobil Vaksin Kemenparekraf di NTT-NTB

Kapolri Minta Forkopimda Maluku Terus Lakukan Akselerasi Vaksinasi Kejar Target 70 Persen

Puskesmas Kecamatan Tanah Abang Tambah Lokasi Sentra Vaksin Booster

Cara Cek Vaksinasi Booster di Pedulilindungi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image