Vaksinasi Usia 6-11 Tahun di Kota Bandung Capai 96 Ribu Anak

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

Pemeriksaan kesehatan anak yang akan divaksin saat vaksinasi massal bagi anak usia 6-12 tahun di SD Bintang Mulia, Kota Bandung, Jumat (14/1/2022). Vaksinasi anak di Kota Bandung, saat ini sudah menyasar 96 ribu anak dari target 223 ribu. Vaksinasi menjadi syarat utama diselenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Bandung.
Pemeriksaan kesehatan anak yang akan divaksin saat vaksinasi massal bagi anak usia 6-12 tahun di SD Bintang Mulia, Kota Bandung, Jumat (14/1/2022). Vaksinasi anak di Kota Bandung, saat ini sudah menyasar 96 ribu anak dari target 223 ribu. Vaksinasi menjadi syarat utama diselenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Bandung. | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung untuk anak usia 6 tahun hingga 11 tahun sudah mencapai 96 ribu orang atau 43 persen dari target 230 ribu orang. Vaksinasi terus dilakukan dan ditargetkan bisa selesai dalam satu bulan ke depan.

"Vaksin 6-11 (tahun) itu kurang lebih di 43 persen, mudah-mudahan kita bisa kejar terus seperti proses vaksinasi umum dan dewasa. Kita proses vaksinasi masif terus dilakukan mudah-mudahan segera tercapai target," ujar Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meninjau vaksinasi usia 6-11 tahun, Jumat (14/1).

Baca Juga

Ia menuturkan, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di Kota Bandung relatif berjalan cepat dan tidak terlalu mendapatkan kendala yang berarti. Selain itu, mayoritas anak-anak tidak mengalami keluhan pasca disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac.

"Alhamdulillah tidak ada (kendala) karena Sinovac. Ada yang takut, ada orang tua tidak boleh, nangis wajar anak kecil sudah disuntik  tidak terasa," katanya.

Ia menyebut percepatan vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6 hingga 11 tahun dilakukan sebagai persyaratan dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Disamping vaksinasi anak usia 6-11 tahun pihaknya juga mulai melaksanakan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

"Sasaran 295 ribu (booster) kita sudah mulai kemarin, faskes, rumah sakit, tentunya yang divaksin itu 18 ke atas sama memiliki e tiket lewat PeduliLindungi," katanya.

Yana menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di tengah penyebaran Omicron. Pihaknya tidak akan kembali melakukan penyekatan wilayah sebab merupakan kota terbuka.

"Tidak (penyekatan) pada dasarnya virus pasti bermutasi jadi sepengetahuan saya virus mau varian apapun selama menerapkan prokes insyaallah terhindar," katanya.

Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli Djoni Toat mengatakan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 usia 6-11 tahun sejak Kamis (13/1) kemarin hingga saat ini. Selanjutnya pihaknya akan melaksanakan vaksinasi booster untuk masyarakat.

"Kemarin dari 1.500 sasaran yang tervaksin 1.200 lebih, hari ini sasaran kita tidak hanya anak-anak tapi juga dewasa kurang lebih 1.000, Jam 13.00 WIB siang dipercayakan untuk uji coba untuk vaksin nooster dosis tiga," katanya.

Ia menyebut peserta vaksin booster tidak akan terlalu banyak karena masih uji coba dan penanganan yang berbeda dibandingkan vaksinasi sebelumnya. Mereka yang divaksin booster diutamakan lansia.

"Anak-anak yang sangat antusias ya orang tuanya, karena mereka berharap bisa PTM segera. Kebanyakan yang bertanya kepada kami, untuk vaksinasi dosis tiga," ungkapnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Dewan Minta Pemprov DKI Hentikan Sementara PTM 100 Persen

Percepatan Vaksinasi Anak di Palembang

Kegiatan PTM di SMPN 252 DIhentikan Sementara

Infografis 5 Vaksin Covid-19 Dapat Izin BPOM untuk Dosis Booster

Senegal Sahkan Vaksin untuk Anak dan Booster untuk Dewasa

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image