Booster Dimulai, Bupati Garut Tetap Tekankan Vaksinasi Primer

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat

Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (14/12/2021).
Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (14/12/2021). | Foto: Dok. Kelurahan Kota Wetan.

REPUBLIKA.CO.ID,  GARUT — Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) sudah mulai berjalan di Kabupaten Garut, Sabtu (15/1/2022). Meski demikian, Bupati Garut Rudy Gunawan tetap menekankan penuntasan vaksinasi primer atau dosis pertama dan kedua.

Rudy menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih fokus menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua kepada masyarakat. Sebab, belum semua warga sasaran vaksinasi di Garut mendapatkan dosis lengkap. Terlebih belum lama ini juga dimulai vaksinasi untuk anak berusia 6 tahun-11 tahun.

Menurut Rudy, tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut masih terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi primer, termasuk dengan cara door to door. “Yang penting dosis satu dan dua selesai dulu. Namun, apabila peminat booster tinggi, kami akan tambah pelayanannya,” kata dia.

Rudy mengatakan, booster sudah bisa diberikan kepada warga berusia 18 tahun ke atas, yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun, untuk tahap awal, Pemkab Garut memprioritaskan pemberian booster ini untuk warga lanjut usia (lansia).

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surachman, sebagaimana surat dari Kementerian Kesehatan, pemberian booster untuk warga lansia sudah dapat dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

Adapun bagi 273 kabupaten/kota yang cakupan vaksinasi dosis pertama secara umum telah 70 persen dan warga lansia 60 persen, bisa memberikan booster kepada warga non-lansia. Asep mengatakan, cakupan vaksinasi dosis pertama secara umum di Kabupaten Garut sudah mencapai 83 persen. Sementara cakupan vaksinasi warga lansia sudah 82 persen. “Kabupaten Garut sudah masuk salah satu 273 kabupaten/kota itu, sudah bisa melakukan (pemberian booster) kepada masyarakat umum,” kata dia, ketika dikonfirmasi, Ahad (16/1/2022).

Asep menjelaskan, vaksinasi dosis ketiga hanya bisa diberikan kepada warga berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Booster dapat diberikan apabila jarak dari pemberian vaksinasi dosis kedua sudah minimal enam bulan. Menurut dia, warga yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan booster ini akan menerima undangan atau e-tiket, yang dapat dilihat di aplikasi PeduliLindungi.

Menurut Asep, pemberian booster ini dilakukan di seluruh tempat layanan vaksinasi Covid-19. Masyarakat, yang sudah mendapatkan e-tiket, bisa mendatangi lokasi vaksinasi yang tersedia. “Yang sudah bisa booster tinggal gabung ke layanan itu. Tidak ada kekhususan,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Vaksinasi Booster Belum Jadi Prioritas di Kabupaten Garut

Cepat Respons Radikalisme, BNPT Apresiasi Pemkab Garut

Bupati Pastikan Alun-alun Garut Bisa Dinikmati Warga Akhir Januari

Garut Anggarkan Rp 200 Juta untuk Beli Sepatu ASN dari UMKM

Bupati Garut Ingin Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Dituntaskan Maret

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image