Pemkab Garut Belum Perketat Aktivitas Pariwisata

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto

 Wisata pemandian air panas yang berada di Cipanas, Kota Garut, Jawa Barat, Jumat (5/6).
Wisata pemandian air panas yang berada di Cipanas, Kota Garut, Jawa Barat, Jumat (5/6). | Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah, tak serta merta membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan pengetatan aktivitas pariwisata. Sebagai daerah tujuan wisatawan, objek wisata di Kabupaten Garut tetap diperbolehkan beroperasi asal tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, mengatakan, hingga saat ini, belum ada kebijakan untuk memperketat aktivitas pariwisata di Kabupaten Garut. Namun, pihaknya juga akan terus mengikuti perkembangan informasi mengenai kasus Omikron. 

"Untuk saat ini, Kabupaten Garut kan sudah PPKM Level 1, jadi cukup aman untuk melakukan aktivitas masyarakat, termasuk pariwisata," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Jumat (21/1/2022).

Kendati demikian, pihaknya akan tetap akan siaga. Dia tak ingin masyarakat terlena dengan penerapan PPKM Level 1, sehingga terjadi penularan kasus Covid-19 di objek wisata. 

"Kami juga tunggu arahan satgas dan dinkes untuk antisipasi. Apakah harus pengetatan atau seperti apa, kami akan ikuti," kata dia.

Budi menegaskan, pada prinsipnya, penerapan prokes di objek wisata akan tetap menjadi perhatian. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining wisatawan yang hendak masuk ke objek wisata juga akan tetap dilakukan.

Ihwal pelaksanaan tes swab antigen secara acak kepada wisatawan, dia mengatakan, saat ini, belum dilakukan kembali. Pengetesan swab secara acak kepada wisatawan hanya dilakukan pada musim ramai kunjungan wisatawan. "Karena belum terlalu ramai. Namun kami terus awasi," ujar dia.

Berdasarkan pantauannya, menurut Budi, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Garut pada akhir pekan masih cukup ramai, terutama di objek wisata favorit, seperti Cipanas dan Darajat. Namun, secara keseluruhan, dia menyebut, kunjungan wisatawan masih terkendali.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


WHO: Omicron tak Separah Delta, Tapi Berbahaya

Sterilisasi Masjidil Haram Makin Intensif, Setiap Hari Habiskan 34 Ribu Liter Desinfektan

Omicron Biang Kerok Lonjakan Kasus Covid-19 di Tokyo

Thailand Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

China Catat Lonjakan Kasus Covid-19 Secara Lokal

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image