Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penganiayaan di Zentrum Bogor

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Hiburan malam di diskotik (Ilustrasi)
Hiburan malam di diskotik (Ilustrasi) | Foto:

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di tempat hiburan malam (THM) Zentrum di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Dari hasil pemeriksaan, diduga keributan terjadi akibat dipicu adanya senggolan di dalam THM.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto, mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dari pihak pelapor atau korban berinisial DA. Dari laporan yang diterimanya, kejadian penganiayaan itu terjadi pada Jumat (18/1) lalu.

“Kemudian untuk hasil visum sudah keluar untuk minggu ini. Jadi sementara saat ini masih proses penyelidikan, kita kroscek di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan beberapa saksi seperti apa keterangannya nanti di minggu ini,” kata Dhoni kepada wartawan, Selasa (25/1).

Dhoni mengatakan, polisi masih mendalami dugaan pelaku melalui pemeriksaan para saksi dan petunjuk dari CCTV Zentrum. Dari situ, pihaknya bisa mendalami yang diduga menjadi tersangka penganiayaan.

Termasuk juga, kata dia, dugaan pelaku yang sempat disebut oleh korban di akun media sosialnya, jika pelaku berasal dari salah satu instansi. Saat ini, Dhoni mengaku. belum bisa menyimpulkan siapa tersangka dari dugaan penganiayaan ini.

“Nanti akan kita sampaikan setelah semua saksi saksi kita minta keterangan. Karena sementara kami belum bisa menyimpulkan. Kami harus mendalami terlebih dulu,” tegas Dhoni.

Dia menyebutkan, untuk sementara ada empat orang terduga pelaku yang dilaporkan. Saat ini pihaknya masih mencocokkan antara keterangan saksi dan petunjuk yang ada.

Selain itu, dari keterangan para saksi, baik korban maupun terduga pelaku merupakan sama-sama pengunjung THM Zentrum. “Sementara yang diberikan atau yang disampaikan oleh korban atau saksi lain, pengunjung lain. Kemungkinan (terjadi penganiayaan) karena di THM mungkin ada sedikit senggolan,” jelasnya.

Manajer Zentrum, Aditya Warman, membenarkan jika polisi sudah mengambil beberapa sampel atau bukti dari Zentrum berupa CCTV. Juga mendatangkan beberapa saksi. 

Dia berharap, dari kasus ini tidak ada pihak yang merugikan pihak lain. Apalagi pada pihak Zentrum yang menjadi TKP agar tidak disudutkan.

“Karena kejadiannya sesama pengunjung. Mereka sudah sama-sama enjoy di dalam (Zentrum), terjadi senggolan sedikit. Jadi wajar lah di dalam tempat umum seperti ini,” ucapnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Nah Loh...Bima Arya Segel THM Saat Sidak, Ini Penyebabnya

MUI Kota Bogor tak Ingin Holywings Beroperasi Jadi THM

Libur Nataru, Aktivitas di Objek Wisata di Kota Bandung Dibatasi

Kelab Malam dan Pub di Australia Jadi Lokasi Penyebaran Covid

Tiga Tempat Hiburan Malam di Medan Disegel

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image