Jabar Masih Tetap Berlakukan PTM

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menyampaikan keterangan pers usai Rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Rapat tersebut salah satunya membahas tetang update perkembangan Covid-19 varian omicron. Meski perkembangan omicron di Jawa Barat tidak menghawatirkan, namun harus disikapi dengan serius. Semua infrastruktur pelayanan kesehatan di Jawa Barat sudah disiapkan berdasarkan pengalaman menghadapi varian Delta pertengahan tahun lalu.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menyampaikan keterangan pers usai Rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Rapat tersebut salah satunya membahas tetang update perkembangan Covid-19 varian omicron. Meski perkembangan omicron di Jawa Barat tidak menghawatirkan, namun harus disikapi dengan serius. Semua infrastruktur pelayanan kesehatan di Jawa Barat sudah disiapkan berdasarkan pengalaman menghadapi varian Delta pertengahan tahun lalu. | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Provinsi Jawa Barat (Jabar), hingga saat ini, masih tetap diberlakukan 100 persen. Hal itu pun, sudah sesuai dengan kajian terukur dan akan dibarengi dengan pengetesan secara acak.

Apalagi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kasus Covid-19 varian omicron di Jabar sejauh ini masih terkendali. "PTM tetap dilaksanakan 100 persen karena kita mengambil keputusan sesuai dengan informasi yang terukur, termasuk mengetes secara acak di sekolah, yang sampai saat ini belum ditemukan kasus yang mengkhawatirkan," ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga

Untuk kebijakan Work From Home (WFH) pun, kata Emil, disesuaikan dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah. Saat ini, 10 daerah di Jabar ada di PPKM level 1, sisanya 17 daerah menerapkan PPKM level 2.

"Ketika mayoritasnya level 1, tentunya tidak terlalu WFH karena situasinya kondusif. Namun, kalau ada level 2 mau ke level 3, maka WFH akan diberlakukan lagi," kata Emil.

Kepada masyarakat, Emil tak hentinya mengimbau untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas. Kewaspadaan, menurutnya, sangat penting.

"Tak usah terlalu khawatir. Yang penting waspada saja, lakukan prokes ketat karena hidup harus tetap produktif," katanya. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Ribuan Bencana Terjadi di Jabar, Dampaknya Bisa Diminimalisasi dengan Ilmu 

Gunung Kidul Belum Ada Rencana Kurangi Jumlah Siswa PTM 100 Persen

Ridwan Kamil Sebut 31 Pasien Omicron di Jabar Sudah Sembuh

Kriteria Sekolah yang Bisa Kembali Gelar PJJ Menurut Satgas

Ini Daftar 90 Sekolah di DKI Jakarta yang Ditutup Sementara

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image