Ini Lima Rural Tourism yang Wajib Dikunjungi di Jabar

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya berada di kawasan lembah yang tenang dan jauh keramaian kota.
Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya berada di kawasan lembah yang tenang dan jauh keramaian kota. | Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Di akhir pekan ini, mungkin ada yang bosan dan penat dengan kehidupan di kota. Saat akan berwisata, merasa bosan dengan obyek wisata yang itu-itu saja. Nah, bila Anda ingin berwisata dengan suasana berbeda, rural tourism ke Jawa Barat bisa menjadi penyembuhnya. 

Perlu diketahui, berdasarkan World Tourism Organisation, Rural Tourism adalah jenis aktivitas wisata di mana wisatawan mendapat pengalaman terkait berbagai produk yang dihasilkan dari aktivitas berbasis alam, pertanian, gaya hidup dan budaya pedesaan. Lokasi yang dipilih sebagai Rural Tourism biasanya meliputi wilayah non-urban.

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, di Jabar ada lima destinasi rural tourism yang wajib di coba oleh traveler. Semua pelancong, pasti akan mendapatkan pengalaman yang seru dengan rural tourism ini. Berikut ulasannya:

1. Desa Alam Endah Rancabali, Kabupaten Bandung

Ciwidey-Rancabali tak hanya terkenal dengan wisata Kawah Putih atau Situ Patenggang semata. Namun, wisatawan juga bisa megunjungi wisata pedesaan di Desa Alamendah di Kecamatan Rancabali. Desa ini sendiri, ditetapkan sebagai Desa Wisata pada 2 Februari 2011.

Alamendah merupakan salah satu desa agronomi termaju, dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya petani dan pedagang. Di sini wisatawan bisa mendapatkan paket wisata yang komplet, baik wisata alam, wisata religi dan agrowisata.

Kegiatan agrowisata yang cukup populer di sana adalah petik stroberi, wisatawan juga bisa belajar mengolah produk pertanian yang tentunya memiliki nilai edukasi yang tinggi buat si kecil. Wisatawan juga bisa menjadi pemerah susu, dan mencoba susu segar yang baru diperas.

Desa Wisata Alamendah ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan durasi kurang lebih dua jam dari Kota Bandung. Keberadaan Tol Soroja bisa membuat waktu tempuh menjadi lebih singkat, menjadi kurang 90 menit. Namun, bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki mobil elf jurusan Ciwidey-Bandung dari Terminal Leuwipanjang, dan turun di Pasar Ciwidey.

2. Kampung Naga, Tasikmalaya

Kalau sudah jenuh dengan hingar bingar perkotaan, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi salah satu obat mujarabnya. Kampung yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu ini berada di kawasan lembah yang tenang dan jauh dari keramaian kota.

Salah satu daya tarik dari kampung ini, adalah kebijakan kampung yang menolak modernisasi. Mereka hidup bersahaja, tanpa lampu, tanpa listrik. Kesederhanaan itu juga tercermin pada rupa bangunan rumah di Kampung Naga, yang masih berbentuk rumah panggung.

Rumah warga Kampung Naga, tersusun dari kayu dan bambu, sedangkan bagian atapnya terbuat dari daun nipah dan ijuk, atau bisa menggunakan alang-alang.  Karena, ada larangan untuk membangun rumah dari genteng atau dinding bata meski mereka mampu.

Berbagai upacara pun dilaksanakan pada bulan-bulan tertetu seperti Upacara Pergantian Tahun tiap 27 Muharram, dan membersihkan benda atau senjata yang dianggap sakral tiap tanggal 12 Maulud.

Untuk menuju Kampung Naga ini, dari Kota Garut bisa ditempuh wisatawan dengan jarak tempuh 26 KM, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Sedangkan, bila berangkat dari Kota Tasikmalaya, jarak tempuhnya kurang lebih 30 KM.

3. Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi

Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi bisa menjadi salah satu lokasi yang tepat untuk melepas penat kehidupan kota. Desa adat yang berada di kaki Gunung Halimun ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta budaya lokal.

Di sini wisatawan bisa melihat seperti apa kearifan lokal masyarakat, yang masih menjunjung tinggi nilai adat dan tradisi Sunda yang amat kental. Mirip seperti Kampung Naga, rumah warga di Ciptagelar masih berpegang teguh pada tradisi orang Sunda zaman dulu.

Orang yang menempati desa Ciptagelar dikenal dengan sebutan kasepuhan. Kata kasepuhan berasal dari kata sesepuh menggunakan kata ka-an yang berarti tempat tinggal seorang sesepuh. Ini merujuk pada masyarakat di dalamnya yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Untuk menempuh jalur ke Ciptagelar ini, perlu perjuangan ekstra. Sebab, dari jalan biasa mulai dari Kampung Adat Sinaresmi perlu waktu hingga 1,5 jam perjalanan lagi ke Kampung Adat Ciptagelar. Jalan yang dilalui pun masih terbilang off road.

4. Desa Wisata Saung Ciburial Garut

Pesona wisata di Garut masih banyak yang bisa digali. Salah satu daya tarik wisata di Kota Intan ini adalah Desa Wisata Saung Ciburial. Rural tourism ini terletak di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Durasi tempuhnya kurang lebih dua jam tak begitu jauh dari Bandung.

Keunggulan dari desa wisata ini, adalah wisata homestay warga lokal. Di sana wisatawan bisa lebih berinteraksi dengan warga atau wisatawan lain. Suasnaa pun akan terasa lebih guyub dan penuh rasa kekeluargaan.

Saat ini sudah ada 80 rumah warga yang siap digunakan di Desa Wisata Saung Ciburial dan satu-satunya Wisata di Garut yang menjadikan rumah warga sebagai homestay.

Masyarakat sekitar pun menjaga tradisi, salah satu tradisi yang dilestarikan adalah permainan anak-anak atau kaulinan urang lembur yang bisa dijajal bersama keluarga.

5. Kampung Lukis Jelekong, Kabupaten Bandung

Kampung Jelekong merupakan rumah para pelukis dan seniman wayang di Kabupaten Bandung. Kampung ini sangat dicocok disambangi oleh wisatawan yang memiliki kecintaan tinggi terhadap seni.

Saat memasuki gapura Kampung Jelekong, wisatawan akan langsung disuguhkan dengan deretan galeri lukis. Para pelukis asal Jelekong pun memang belajar melukis secara turun temurun. Diketahui sosok Bah Odin Rohidin lah yang mengenalkan seni lukis di Jelekong.

Pelukis muda di Kampung Jelekong regenerasinya sangat cepat. Hal tersebut dibuktikan dari munculnya Komunitas Gurat yang diinisaiasi oleh pelukis-pelukis muda asal Jelekong. Jangan aneh jika Anda menemukan banyak anak muda yang tengah melukis di pinggir-pinggir jalan.

Jelekong juga tak hanya terkenal seni lukisnya, tetapi juga akan kesenian wayang golek. Dalang kondang Asep Sunandar Sunarya, keturuannya bersama keluarga seni Giri Harja pun terus konsisten melestarikan kesenian Sunda tersebut dari Jelekong.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


40 Rumah Adat Kampung Naga Rusak, Bantuan Pemerintah Belum Ada

40 Persen Rumah di Kampung Naga Tasikmalaya Rusak

Kampung Naga: Ikhtiar Menjaga Tradisi, Adat, dan Islam

Warga Adat Kampung Naga Antusias Datangi TPS

Pakar ITB Kembangkan Hunian Murah 'Rumanaga'

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image