11 Kabupaten/Kota di Jabar Memiliki Indeks Rasio Bencana Tinggi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja | Foto: humas jabar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Nilai Indeks Risiko Bencana (IRB) Provinsi Jabar dari 2015 hingga 2020 per tahunnya selalu menurun.  Hanya saja, ada 11 kabupaten/kota di Jabar masih dengan Indeks Resiko Tinggi.

Pada 2015, IRB Jabar di angka 168,15, kemudian pada 2016 di angka 163,18. Selanjutnya tahun 2017 di angka 158,52, pada 2018 di angka 152,13, dan tahun 2019 di angka 150,46. 

"Tahun 2020, nilai IRB Jabar di angka 145,81, artinya masih pada risiko tinggi," ujar Sekretaris Daerah  Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Kamis (4/2) petang.

Setiawan mengatakan, di Jabar terdapat 11 kabupaten/ kota dengan Indeks Resiko Tinggi. Yakni Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Karawang, dan Bandung. Selain itu Kota Cirebon, Banjar,  Kabupaten Cirebon, Subang, dan terakhir Kabupaten Pangandaran.

 

photo
Hujan dengan intensitas tinggi telah menyebabkan sungai Ciberes meluap, Senin (10/1/2022) malam hingga Selasa (11/1/2022). Banjir itu merendam 719 rumah warga di dua desa, yakni Desa Mekarsari dan Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. - (istimewa)
 

Setiawan menjelaskan, Jawa Barat menjadi wilayah yang dilalui "ring of fire" di Indonesia. Sehingga potensi bencana relatif tinggi. 

Adapun fenomena kebencanaan di Jabar, kata dia, berdasarkan kejadian pada 2021, di antaranya bencana tanah longsor sebanyak 1.387 kejadian, dan puting beliung 676. 

"Ada pula banjir 335 kejadian, kebakaran hutan/ lahan 40 kejadian, gempa bumi 25 kejadian, dan gelombang pasang enam kejadian," katanya. 

Menurutnya, terdapat lima kabupaten/ kota dengan jumlah kejadian bencana tertinggi. Yakni Kabupaten Bogor 699 kejadian, Kabupaten Sukabumi 390 kejadian, Kota Bogor 209 kejadian, Kabupaten Ciamis 166 kejadian, dan Kabupaten Bandung 137 kejadian.

Oleh karena itu, Setiawan mendorong, BPBD Jabar agar erat berkoordinasi dengan BPBD kota/ kabupaten, serta perangkat daerah terkait lainnya. 

Menurutnya, kewaspadaan terhadap kebencanaan perlu terus ditingkatkan karena bencana bisa terjadi kapan saja. Apalagi, kata dia, setelah diterapkannya penyederhanaan birokrasi di tubuh Pemda Provinsi Jabar, aparatur khususnya fungsional yang bekerja di BPBD harus semakin proaktif. 

"Dengan begitu diharapkan akan hadir respons cepat penanggulangan bencana di Jawa Barat," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Vaksinasi di Jabar Gandeng BPBD, Kodam, hingga Kampus

Unpas Gandeng Kodam dan BPBD Jabar Gelar Vaksinasi

BPBD Jabar Buat Panduan SELAMAT Kegiatan di Alam

Ridwan Kamil Larang Kegiatan Susur Sungai

Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Sesar Lembang (2)

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image