Penyebaran Covid-19 di Bandung Hampir Tembus 1.500 Kasus 

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Pelaksana tugasPelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana memaparkan kondisi terkini tentang Covid-19 saat menghadiri acara di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Ahad (6/2/2022). memaparkan kondisi terkini tentang Covid-19 saat menghadiri acara di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Ahad (6/2/2022).
Pelaksana tugasPelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana memaparkan kondisi terkini tentang Covid-19 saat menghadiri acara di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Ahad (6/2/2022). memaparkan kondisi terkini tentang Covid-19 saat menghadiri acara di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Ahad (6/2/2022). | Foto: Republika/M Fauzi Ridwan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penyebaran Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir di Februari ini. Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung mencatat hingga Sabtu (5/2/2022) sore jumlah kasus mencapai 1.436 atau hampir tembus 1.500 dengan kasus harian mencapai 200 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta, masyarakat tetap waspada dan tidak panik menyikapi peningkatan kasus Covid-19. Dia meminta, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan bisa mengurangi mobilitas.

"Sekali lagi saya mengingatkan panik jangan, tapi waspada harus, Covid-19 belum berakhir. Ikhtiar kita untuk menghindari paparan Covid-19 selain divaksin turut protokol kesehatan," ujarnya saat ditemui disela-sela acara PSSI Jabar di Jalan Lodaya Kota Bandung, Ahad (6/2/2022).

Dia menuturkan, Pemerintah Kota Bandung mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Di tengah kondisi saat ini, proses vaksinasi terus digenjot di mana saat ini vaksinasi sudah melebihi 100 persen.

"Secara teori disampaikan, apabila satu wilayah sudah 100 persen maka pandemi berakhir tapi endemi sama itu penyebaran penyakit tetap terjadi mungkin tingkat keparahan berbeda," katanya.

Yana menegaskan, varian apapun dapat diminimalisasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia pun meminta masyarakat dapat mengurangi mobilitas dan mengurangi kegiatan.

"Varian apapun penyebarannya kalau kita menghindari dengan penggunaan prokes, insya Allah kita terhindar. Kurangi mobilitas saat ini, kurangi kegiatan yang tidak terlalu penting," katanya.

Pihaknya juga mengurangi sejumlah relaksasi yang telah diberikan di sektor usaha maupun sosial. Kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan Wali Kota Bandung terkini.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Covid-19 Meningkat, Pemkot Cirebon Gencarkan Kembali Prokes

Personel Penegak Prokes Berpatroli di Pusat Keramaian Sukabumi

Polres Karawang Lakukan Penyekatan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Kemenkes Catat 3.914 Kasus Omicron, Setengahnya Transmisi Lokal

KSP: Pembahasan Sertifikat Vaksin Sudah Sejak Mei 2021

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image