Bima Arya Kembali Ultimatum Penjualan Minol di Kota Bogor

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan akan menindak tegas penjual miras.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan akan menindak tegas penjual miras. | Foto: Republika/Shabrina Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto secara tegas akan menindak tempat-tempat yang menjual minuman beralkohol (minol) dengan kadar alkohol di atas 5 persen. Bahkan, bisa melakukan penutupan sementara hingga permanen.

“Kalau ada yang berani jual minuman keras dengan alkohol di atas 5 persen, pasti ditindak, disidak. Mulai dari penutupan sementara, sampai ditutup permanen,” kata Bima Arya kepada Republika.co.id, Rabu (9/2/2022).

Bima Arya menegaskan, hal itu akan berlaku di semua tempat usaha. Baik kafe, restoran, maupun tempat penjualan miras ilegal yang kerap bertebaran di pinggir jalan.

“Ditutup semuanya. Jangan berani jual miras (dengan kadar alkohol) di atas 5 persen,” tegasnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengatur peredaran minuman beralkohol (minol) di Kota Bogor melalui Perwali No. 48 Tahun 2019, tentang Petunjuk Teknis Penertiban Minuman Beralkohol di Kota Bogor, dimana pengusaha di Kota Bogor dilarang untuk menjual minol golongan B dan C. Sehingga, para pengusaha yang telah kehabisan izin penjualan minol golongan B dan C setelah 2019 tidak bisa lagi memperpanjang izinnya.

Kepala Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Alma Wiranta, mengatakan, hal tersebut sesuai dengan diskresi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, selaku kepada daerah. Meskipun para pengusaha tersebut memperpanjang izin penjualan minolnya, mereka hanya bisa menjual minol golongan A atau dengan kadar alkohol maksimal 5 persen.

Alma menyebutkan, minol yang dilarang dijual di Kota Bogor yakni golongan B dengan kadar alkohol hingga 20 persen, dan golongan C dengan kadar alkohol 20-55 persen. Aturan tersebut diterapkan baik pada tempat penjualan maupun penyimpanan. 

“Kalau beliau menginginkan seperti itu nanti harus ada evaluasi tehadap yang memperpanjang. Tentunya akan dilihat sejauh mana, apakah benar prosesurnya yang dia memiliki izin. Apakah tidak ada oplos, timbun, ilegal,” kata Alma.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Holywings Bogor Buka, Miras Bertukar Bajigur dan Bandrek

Holywings Bogor Akhirnya Direstui Buka dengan Kearifan Lokal

Pembukaan Holywings Direstui Jika Sesuai Konsep Kota Bogor

Bima Arya terpilih aklamasi jadi Ketua ALTI

Kasus Covid-19 Tembus 2.000 Orang, Bima Arya Ketersediaan Ruang Isolasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image