Unpad Terima 1.627 Calon Mahasiswa di Jalur SNMPTN 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan pembatasan aktivitas bagi karyawan yang bekerja di kampus pasca ditemukan kasus penyebaran positif Covid-19. Saat ini, 75 persen karyawan melakukan Work From Home (WFH) sedangkan 25 persen bekerja di kampus secara bergiliran atau Work From Office (WFO).
Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan pembatasan aktivitas bagi karyawan yang bekerja di kampus pasca ditemukan kasus penyebaran positif Covid-19. Saat ini, 75 persen karyawan melakukan Work From Home (WFH) sedangkan 25 persen bekerja di kampus secara bergiliran atau Work From Office (WFO). | Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Universitas Padjdjaran (Unpad) sudah mengumumkan mahasiswa yang lulus dan diterima dikampusnya. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof Arief S Kartasasmita, sebanyak 1.627 peserta diterima di Unpad melalui jalur SNMPTN. 

Sedangkan jumlah pendaftar ke Unpad di SNMPTN, kata dia, adalah sebesar 31.101 orang dengan rincian 23.977 pendaftar di pilihan pertama dan 14.057 pendaftar di pilihan kedua. 

“Dari total pendaftar yang diterima, range penerima KIP-Kuliah sekitar 10 – 15 persen,” ujar Prof Arief dikutip dari kanal resmi Unpad, Rabu (30/3/2022). 

Arief mengatakan, persentase daya tampung Unpad untuk SNMPTN adalah 20 persen, sedangkan SBMPTN dan Jalur Mandiri masing-masing sebesar 40 persen. Angka ini, kata dia, berbeda dibandingkan persentase PTN lain, terutama perguruan tinggi non-PTN BH, dengan kisaran rata-rata sebesar 30 – 40 persen untuk daya tampung SNMPTN. 

Hal ini membuat penerimaan calon mahasiswa Unpad di jalur SNMPTN lebih sedikit dibandingkan perguruan tinggi lainnya. “Kita PTN BH diperbolehkan memperbesar proporsi penerimaan di SBMPTN dan Jalur Mandiri, sehingga proporsi Unpad untuk SNMPTN sebesar 20 persen,” katanya. 

Selain itu, Unpad juga berkomitmen menerima calon mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah). Selain SNMPTN, Unpad akan meningkatkan kuota penerima KIP-K di jalur SBMPTN dan Jalur Mandiri. Secara keseluruhan, alokasi penerima KIP-Kuliah sekira 20 persen dari total mahasiswa baru Unpad. 

Menurut Prof Arief, ada beberapa konsekuensi bagi mereka yang tidak mengambil jatah SNMPTN. Salah satu konsekuensinya adalah yang bersangkutan tidak bisa mendaftar UTBK-SBMPTN. 

“Secara otomatis, panitia pusat akan menutup itu. Jadi sebisa mungkin untuk diambil,” kata Prof Arief. 

Untuk itu, kata dia, bagi yang sudah dinyatakan lulus SNMPTN, Prof Arief mengimbau untuk memantau informasi registrasi melalui laman http://smup.unpad.ac.id/snmptn/. 

Khususnya informasi mengenai jadwal pengisian dan pemutakhiran biodata hingga jadwal registrasi administratif. Mulai tahun ini pula, Unpad membuka kesempatan bagi orang tua calon mahasiswa untuk membantu memberikan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa lain yang kurang mampu melalui sistem subsidi silang. 

Prof Arief juga mengimbau, untuk mewaspadai oknum-oknum yang mengaku bisa memasukkan calon mahasiswa ke Unpad. 

“SNMPTN sudah ditutup, sudah diumumkan. Jadi kalau ada yang menawarkan bisa susulan, itu tidak ada. Registrasi juga dilakukan secara online,” kata Prof Arief. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


9 Orang Dosen Unpad Dikukuhkan Menjadi Guru Besar

Unpad Garap Riset Pantau Kesehatan Mental Nelayan Jabar

Unpad Dampingi IPB Dirikan Prodi Pendidikan Dokter

Sebanyak 2.224 Mahasiswa Unpad Ikuti KKN Secara Hybrid

UII dan Unpad Gelar International Office Conference 2021

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image