DPRD Jabar Serukan Harmoniasi Sosial di Momentum Ramadhan

Red: Sandy Ferdiana

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar Ihsanudin MS.i
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar Ihsanudin MS.i | Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hoaks menjadi pemicu dominan persoalan sosial yang terjadi selama ini. Fenomena aksi kekerasan selama ini tidak terlepas dari pengaruh hoaks yang berkembang di media sosial. Tidak sedikit masyarakat yang mudah meyakini dan terbentuk mindset-nya akibat hoaks.

 

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar Ihsanudin MS.i sangat memprihatinkan kondisi tersebut. Jika dibiarkan, maka kondisi akan terus mengancam kondisi sosial, yang ujungnya merusak tatanan negara.

 

Legislator yang dikenal dekat dengan rakyat itu mengajak semua pihak, khususnya di Provinsi Jabar, untuk sama-sama bijaksana dan menahan diri dari segala provokasi. Masyarakat Jawa Barat memiliki alasan kuat untuk menjadi pelopor dalam membangun hubungan harmoni lintas agama, golongan, politik, dan kelompok.

 

Silih asah, silih asih, dan silih asuh merupakan falsafah leluhur masyarakat Jawa Barat yang sangat relevan untuk dipertahankan. Bahkan, sejak memasuki Pandemi Covid-19, lahir tagline di masyarakat Jawa Barat, yakni silih tulungan.     

 

Dengan falsafah kebersamaan itulah, hingga kini Pandemi Covid-19 bisa dilalui oleh masyarakat Jawa Barat. Jika silih tulungan itu baru bisa diimplementasikan dalam bentuk bantuan fisik (ekonomi), tidak ada salahnya ditumbuhkembangkan menjadi nilai yang tertanam pada mental masyarakat.

 

Bahkan, menurut wakil ketua DPD KNPI Jabar itu, Ramadhan 1433 Hijriah kali ini efektif untuk dijadikan momentum pembenahan diri. Sebagai umat muslim, kata Ihsanudin, Ramadhan merupakan bulan untuk meningkatkan hablum minallah dan hablum minannas. Kedua premis tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam implementasinya.

 

‘’Hablum minallah dan hablum minannas harus diimplementasikan secara bersamaan,’’ ujar Ihsanudin kepada Republika. Jika dipisah-pisah, maka akan memicu ego sektoral di masing-masing kelompok. Sementara dalam bermuamalah, tegas dia, tidak boleh ada diskriminasi terhadap kelompok dan afiliasi yang berbeda.

 

Kesimpulannya, menurut Ihsanudin, mari kita menumbuhkan spirit Silih asah, asih, asuh, dan silih tulungan. Kata dia, semua pihak harus selalu membiasakan diri untuk tidak mudah menyalahkan pihak lain.

‘’Saling mengingatkan adalah kewajiban. Namun jangan dilandasikebencian, anarkis, atau radikal,’’ tambahnya. Di Ramadhan ini, Ihsanudin mengajak masyarakat, khsususnya Jawa Barat, untuk menjadi pelopor membangun harmonisasi sosial di Tanah Air.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ketua PCM Syah Kuala: Ramadhan Syahrul Qur'an

Ramadhan Inspirasi Terciptanya Keadilan Sosial

Empat Kesalahan Berpikir tentang Bulan Ramadhan

Penjelasan Said Nursi Soal Puasa Sebagai Diet Jasmani dan Rohani

Ramadhan Adalah Anugerah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image