Kasus DBD di Kota Bogor Capai 611 Pasien pada Empat Bulan Pertama 2022

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Sejumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) menunggu mendapatkan penanganan medis di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sejumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) menunggu mendapatkan penanganan medis di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. | Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mendata, kasus penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang tercarar di rumah sakit (RS) dan puskesmas pada Januari-April 2022 mencapai di atas 100 pasien setiap bulan. Sekretaris Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, DBD merupakan salah satu konsentrasi penanganan di RS dan puskesmas,

"Dari rata-rata di atas 100 pasien, pada bulan Februari hanya ada 75 orang dan yang tertinggi ada pada bulan Maret sebanyak 155 orang," kata Erna di Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (15/5/2022). Total ada 611 pasien DBD sepanjang empat bulan pertama tahun ini.

Erna memerinci, pada Januari saat musim hujan kasus pasien DBD mencapai 129 orang. Kemudian turun pada Februari menjadi 75 orang, melonjak 100 persen menjadi 155 orang pada Maret, dan mulai melandai pada April menjadi 152 orang. Data itu didapatkan dari 25 puskesmas yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor.

Menurut Erna, data Dinkes Kota Bogor pada April 2022, menunjukkan di Puskesmas Bondongan sebanyak 24 orang terkena DBD, disusul Puskesmas Bogor Timur 19 orang, Puskesmas Mulya Harja 13 orang, Puskesmas Cipaku 12 orang, dan Puskesmas Bogor Utara 10 pasien.

Berikutnya, di Puskesmas Pondok Rumput delapan orang, Puskesmas Kedung Badak tujuh orang, Puskesmas Gang Kelor enam orang, Puskesmas Mekarwangi lima orang, serta Puskesmas Tegal Gundil, Sempur, Belong, dan Pasir Mulya masing-masing empat orang. Adapun di Puskesmas Merdeka dan Sindang Barang masing-masing tiga orang.

Untuk di Puskesmas Warung Jambu dan Semplak masing-masing dua orang, Puskesmas Kayu Manis, Bogor Tengah, Lawang Gintung, dan Pulo Armyn masing-masing satu orang. Sementara Puskesmas Tanah Sareal dan Gang Aut nol pasien.

Penyakit DBD yang disebabkan nyamuk akibat genangan air yang jarang dibersihkan di lingkungan tempat tinggal atau beraktivitas warga, perlu diantisipasi oleh masyarakat. Entomolog Kesehatan Dinkes Kota Bogor Fairuz Hayati menjelaskan, DBD dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya dengan gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, serta nyeri otot dan sendi.

Kemudian, gejala lain yang muncul adalah mual dan muntah serta kelelahan dan pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok membahayakan nyawa. "Pada umumnya, penderita DBD juga akan mengalami fase demam selama dua sampai tujuh hari. Kewaspadaan DBD perlu dilakukan serius masyarakat," kata Fairuz.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pemkot Bogor Atur Jadwal ASN Kerja dari Rumah Selama Sepekan

Hendropriyono Dirawat di RS karena DBD

Dapat Stok Baru, Pemkot Bogor Gencarkan Vaksin Booster

Stok Vaksin Booster Habis, Pemkot Bogor Minta Pusat Kirim Stok

Pemkot Bogor Giatkan Vaksinasi Booster Sebelum Masa Mudik Lebaran

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image