KPK Periksa Staf BPK Jabar Terkait Auditor Laporan Keuangan Pemkab Bogor

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Tersangka Bupati Bogor nonaktif Ade Munawaroh Yasin menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2022).
Tersangka Bupati Bogor nonaktif Ade Munawaroh Yasin menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2022). | Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mendalami pembentukan tim auditor untuk memeriksa pembukuan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, dengan memeriksa empat orang saksi di Jakarta pada Kamis (19/5/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK memeriksa empat saksi tersebut terkait perkara dugaan korupsi yang melibatkan Bupati nonaktif Bogor Ade Munawaroh Yasin dan kawan-kawan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan proses pembentukan tim auditor untuk memeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor," kata Ali di Jakarta, Jumat (20/5/20220K

Empat saksi tersebut ialah Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat (Jabar) Agus Khotib serta staf BPK Perwakilan Jabar, yaitu Emmy Kurnia, Winda Rizmayani, dan Dessy Amalia. Tim penyidik KPK juga mengonfirmasi proses dan teknis pemeriksaan hingga penentuan objek pemeriksaan, seperti proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor.

Selain keempat saksi itu, KPK juga memeriksa enam saksi lain yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Soebiantoro, PPK Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bogor Heru Haerudin, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bogor Krisman Nugraha, serta tiga PNS Dinas PUPR Kabupaten Bogor yaitu Gantara Lenggana, R Indra Nurcahya, dan Aldino Putra Perdana.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait proyek-proyek di Dinas PUPR dan dugaan beberapa temuan proyek pekerjaan yang menjadi objek pemeriksaan tim auditor BPK Perwakilan Jabar," ucap Ali.

Sementara itu, KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus tersebut. Empat tersangka selaku pemberi suap adalah Bupati Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Sedangkan empat tersangka selaku penerima suap yaitu pegawai BPK Perwakilan Jabar/Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah (ATM), pegawai BPK Perwakilan Jabar/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM), pegawai BPK Perwakilan Jabar/pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan pegawai BPK Perwakilan Jabar/pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


KPK Duga Ade Yasin Perintahkan Bawahan Kumpulkan Uang Suap untuk Auditor BPK

Pemkab Bogor Segera Hapus Denda Administrasi Kependudukan

Pemkab Bogor Ajukan Penambahan PPPK Formasi Guru

Plt Teruskan Program Pancakarsa yang Diinisiasi Bupati Nonaktif Bogor

Wabup Bogor Ajak Jamaah Sholat Id Doakan Ade yang Jadi Tersangka di KPK

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image