Viral Pasien Meninggal di Rumah Sakit di Bandung Diduga Ditelantarkan

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Pasien diduga diterlantarkan meninggal (ilustrasi)
Pasien diduga diterlantarkan meninggal (ilustrasi) | Foto: www.123rf.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rekaman video yang memperlihatkan seorang pasien perempuan tengah terbaring lemas dibantu alat pernapasan di rumah sakit di Kota Bandung viral di media sosial. Terdapat pula suara perdebatan antara seorang laki-laki yang mengambil video kondisi pasien dengan perawat yang ada di tempat.

"Tah gara-gara petugas, petugas lalai," ujar pria yang memvideokan pasien.

Sementara itu salah seorang perawat dan petugas meminta agar pria tersebut tidak mengambil video. "Pak punten pak," ujar petugas.

"Punten gimana pak, lihat istri saya. Cicing dulu (diam dulu). Lihat para petugas nih udah dibilangin," katanya sambil memperlihatkan wajah para petugas yang memakai masker.

"Punten pak," ujar petugas sambil membawa pria yang mengambil video ke luar ruangan.

"Itu kan udah habis gasnya malah caricing (diam). Pokoknya kalau ada apa apa sama istri saya, kalian saya tuntut," katanya.

Saat dikonfirmasi, suami pasien Arif Susanto mengungkapkan, jika pasien yang muncul di video dan viral adalah istrinya yang tengah sakit kanker stadium 4. Dia mengatakan, istrinya tengah dirawat, namun saat oksigen habis tidak dilakukan pergantian sehingga diduga mengakibatkan nyawa pasien tidak tertolong.

"Iya itu istri saya. Istri di rawat didinya (di sana) karena oksigen abis istri gak ada (meninggal) ya pergantian tabung oksigen," ujarnya saat dihubungi, Jumat (20/5/2022).

Dia mengaku, sudah meminta kepada petugas untuk mengganti oksigen yang sudah habis namun tidak direspon dengan cepat. Bahkan, dia harus meminta ketiga kali agar oksigen diganti.

"Ya acuh, jadi saya udah minta dua kali, dia (petugas) cuma bilang oh iya ntar itu dua kali, sesudah habis semua (oksigen) saya laporan lagi ketiga kalinya. Iya belum ditanggapi," katanya.

Arif mengaku, baru ketika istrinya sudah meninggal dan dirinya marah-marah petugas berdatangan. Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin lalu (16/5/2022) sekitar pukul 19.00 Wib.

"Keinginan saya pribadi sama keluarga ya pengen bersangkutan datang ke rumah mohon maaf ke ibu saya anak saya terutama ke almarhum istri saya, itu aja saya gak ada punya pemikiran yang lain itu yang saya minta," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image