Airlangga Instruksikan Kader Siapkan Lahan untuk Urusan Perut

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ditemui usai di rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Golkar Jawa Barat di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jumat (3/6).
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ditemui usai di rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Golkar Jawa Barat di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jumat (3/6). | Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Masa depan Indonesia dapat menjadi negara semakin diakui oleh dunia. Namun untuk mencapai hal tersebut, kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat haruslah menjadi prioritas utama terlebih dahulu.

"Kalau perut aman, politik stabil, setuju? Maka saya instruksikan kepada seluruh kader Partai Golkar, termasuk yang di Komisi IV, jaga perut konstituen, siapkan lahan, kita tidak bisa bergantung negara lain untuk urusan perut," ujar Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam pidato di rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Golkar Jawa Barat di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jumat (3/6).

Dia mencontohkan Malaysia, yang saat ini tengah menghentikan ekspor daging ayam untuk kebutuhan masyarakatnya. Hal serupa juga dilakukan oleh India yang menghentikan ekspor gandum dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

"Oleh karena itu, kita harus menyiapkan yang paling penting untuk bangsa kita, kita jaga perut, setuju?," ujar Airlangga dijawab setuju oleh kader Partai Golkar yang memenuhi Sentul International Convention Center.

Langkah pertama yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menyejahterakan petani Indonesia. Petani yang sejahtera menjadi tanda keadilan terasa bagi semua pihak dan kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.

"Kita punya delapan juta pupuk, manfaatkan untuk menanam. Kita minta bahwa petani kita harus kita buat sejahtera dengan pertanian," ujar Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Pemilihan umum (Pemilu) 2024, jelas Airlangga, menjadi momentum yang tepat bagi Partai Golkar untuk mewujudkan hal tersebut. Termasuk waktu terbaik bagi Koalisi Indonesia Bersatu, yang terdiri dari partainya, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Menang kalah tergantung Allah SWT, tetapi upaya kita harus maksimal, betul? Kita maksimal 20 bulan adalah waktu yang singkat, mari kita kerja, upayakan yang terbaik, Insya Allah kemenangan," ujar Airlangga.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Prabowo tak Harus Jadi Capres, Pengamat: Hanya Basa Basi Politik

Saiful Mujani: Pemilih Jokowi Lebih Pilih Ganjar daripada Prabowo

Airlangga: Negara tak Bisa Dikerjakan Satu-Dua Parpol

Desy Ratnasari: Koalisi Indonesia Bersatu Bak Sohib Lama

Siapa Capres Koalisi Indonesia Bersatu? Airlangga: Ojo Kesusu

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image