KPK Lelang Barang Rampasan Korupsi Kasus Gratifikasi CPNS di Subang

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Agus Yulianto

Mantan bupati Subang Ojang Sohandi.
Mantan bupati Subang Ojang Sohandi. | Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang barang rampasan kasus gratifikasi yang diterima pejabat pemkot Subang terkait penerimaan CPNS. Lelang dilakukan setelah perkara korupsi dimaksud telah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.

"KPK bersama dan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung, akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan dengan metode Closed Bidding," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Sabtu (4/6). 

Lelang dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1452 K/Pid.Sus/2014 tanggal 13 Oktober 2014 atas nama terpidana Budi Susanto dan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor: 2/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bdg tanggal 24 Mei 2021 atas nama Terpidana Heri Tantan Sumaryana. Keduanya telah berkekuatan hukum tetap.

Adapun barang rampasan yang dilelang yakni satu paket rumah (tanah dan Bangunan) di Cigondewah Kaler dengan luas tanah 2.140 meter persegi beserta Sertifikat Hak Milik Nomor 359 dan satu unit rumah (tanah dan Bangunan) di Jl. Cigondewah Blok Cibiuk dengan luas tanah 1.435 meter persegi beserta Sertifikat Hak Milik. Barang dilelang dengan harga limit Rp 28,43 miliar dan uang jaminan Rp 7,1 miliar.

Selanjutnya, satu paket berupa sebidang tanah luas 135 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Cigadung, Cibeunying Kaler, Kota Bandung dan sebidang tanah luas 140 meter persegi di Cigadung. Harga limit pelelangan Rp 2,478 miliar dan uang jaminan Rp 620 juta.

Lelang dilaksanakan pada Kamis (16/6) dengan batas akhir penawaran pada pukul 11.00 WIB. Penawaran dapat dilakukan melalui situs https://www.lelang.go.id dengan tempat lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandung.

"Peminat dapat melihat obyek lelang bersama dengan Panitia Lelang Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2022," kata Ali lagi.

Heri Tantan Sumaryana merupakan terpidana penerima gratifikasi yang dilakukan bersama dengan mantan bupati, Ojang Sohandi sebesar Rp 9,6 miliar‎. Heri mengumpulkan para stafnya untuk membantu mengondisikan kepada para peserta calon CPNS sumber K2 menyiapkan uang kelulusan yang jumlahnya bervariasi untuk setiap calon peserta CPNS antara Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. Pengumpulan uang tersebut berlangsung dari akhir tahun 2012 hingga 2015.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


KPK Tahan Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti

KPK Komitmen tak akan Terbitkan SP3 untuk Harun Masiku

KPK Sita 27.258 Dolar AS dari OTT Haryadi Suyuti

KPK Tangkap Sembilan Orang dalam OTT Mantan Wali Kota Yogyakarta

Empat ASN Ikut Kena OTT KPKBersama Eks Walkot Yogya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image