ARS University Gandeng SMesHub Indonesia Tingkatkan Minat Wirausaha Mahasiswa

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

 Kuliah Umum mengangkat tema:
Kuliah Umum mengangkat tema: | Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- ARS University bersama dengan SMesHub Indonesia menggelar kuliah Umum mengangkat tema: 'Young and Business' di Aula ARS University. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat rasa kewirausahaan mahasiswa di era pandemi ini.

Pada kuliah umum tersebut, hadir Sultan B Najamudin (Wakil Ketua DPD RI), Anggota DPD RI Oni Suwarman, Yance Samonbara, H Sultan Baktiar Najamudin SSos MSi Wakil Ketua III DPD RI Periode 2019-2024 yang berasal dari daerah pemilihan Bengkulu.

Selain kuliah umum, di cara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara ARS University dan SMEsHub Indonesia. SMEsHub Indonesia adalah perusahan yang  bergerak dalam pengembangan UMKM dan generasi muda di Indonesia dalam menghadapi perkembangan dunia digital. 

"Berawal dari Provinsi Jawa Barat, SMEsHub Indonesia berkomitmen untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam membantu UKM yang ada dan potensial," ujar Lutpi Ginanjar Founder & CEO SMEsHub Indonesia yang juga Director Kodipest (Konten Digital Pesantren).

Saat ini,  kata dia, plat form-nya masih dalam proses pengembangan. Nantinya, UKM dan generasi muda bisa memanfaatkan berbagai layanan di website SMEsHub Indonesia. 

Beberapa fitur website adalah konsultasi dengan ahli, layanan pembelian, bantuan pendanaan dan perizinan, bantuan proses ekspor produk, dan membantu pelajar atau mahasiswa yang ingin berwirausaha dengan memasarkan produk UMKM di Indonesia.

Lutpi menjelaskan, sekarang ini kita memasuki era disrupsi. Yakni, era dimana terjadinya perubahan besar-besaran yang di sebabkan oleh adanya inovasi, sudah di rasakan langsung oleh kita dimana masa tukang ojek pangkalan berubah menjadi gojek dengan segala fasilitasnya. 

Dengan perkembangan teknologi yang ada, kata dia, tentunya harus ada perubahan dalam proses memasarkan produknya dengan memanfaatkan digital saat ini. Sehingga, dapat berkembang para digital preneur.

Dampaknya, menurut Lutpi, Teknologi Mematikan Otot, Matinya Jarak, dan Kecerdasan Buatan. Sehingga yang harus dilakukan meningkatkan kualitas SDM, menerapkan teknologi dan melakukan inovasi. 

Sementara Sultan Baktiar Najamudin Wakil Ketua III DPD RI Periode 2019-2024, saat kuliah umum menceritakan perjalanan hidupnya. Yakni, sebelumnya adalah wakil Gubernur Bengkulu yang menggantikan Junaidi Hamsyah. Sebelum terjun ke dunia politik, Sultan memulai kerja profesional sebagai seorang pengusaha yang memulai usaha dari nol. 

Sultan memulai usaha dari service AC keliling lalu berkembang membentuk perusahaan sendiri. Dia juga tercatat sebagai pengusaha di bidang penjualan senjata, bahan peledak dan tabung gas skala nasional di bawah bendera ASA karya Group. 

Di usia tiga puluhan tahun, Sultan memutuskan untuk pulang ke Bengkulu untuk mengabdikan diri untuk membangun daerah kelahirannya. Dia memulai, dengan menjadi aktivis pemuda dan berhasil menjadi ketua KNPI provinsi Bengkulu dan sempat bertarung menjadi kandidat untuk memperebutkan ketua umum KNPI nasional. 

Pada 2009, Sultan memutuskan maju sebagai calon DPD RI dapil Bengkulu dan berhasil mewakili Bengkulu bersama Ahmad Kanedi, Riri Damayanti dan Eni Khairani. Dia pun di daulat menjadi ketua hubungan antar lembaga di DPD RI. Berjalan tiga tahun, Sultan terpaksa mengundurkan diri dari DPD karena terpilh menjadi Wakil Gubernur Bengkulu sisa masa bakti 2010-2015. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


ARS University Gandeng Pratani Training Camp Bantu Genjot Peternak Lokal

Pascasarjana Ars University Serius Siapkan Alumni Berkualitas

ARS University Targetkan Mahasiswanya Jadi Digitalpreneur 

Wisuda 516 Mahasiswa ARS University Usung Hybrid Edutainment 

Mahasiswa Ars University Juarai Melukis 'Warna-warni' 

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image