Dua Varian Baru Semoga tak Sebabkan Lonjakan Kasus Signifikan

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito | Foto: Satgas Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito berharap adanya dua varian baru Omicron yakni BA4 dan BA5 tidak menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan di Indonesia. Wiku mengatakan, sebagai antisipasi, pemerintah akan terus meningkatkan upaya whole genome sequencing (WGS), melakukan study epidemiologi sebaran varian dan memastikan efektivitas alat testing khususnya di pintu-pintu masuk.

"Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan menangani kasus dengan varian baru dengan lebih baik," kata Wiku dikutip dari Youtube Sekreariat Presiden, Kamis (16/6).

Baca Juga

Wiku mengingatkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya menghadapi varian baru, seluruh pihak wajib meningkatkan kesadaran dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, segera lengkapi vaksinasi dosis kedua maupun vaksin booster bagi yang belum. "Saat ini ahli-ahli masih sepakat bahwa vaksin dinyatakan masih cukup efektif meningkatkan perlindungan dari beberapa varian baru yang ada," ujar Wiku.

Wiku menjelaskan, dua varian BA4 dan BA5 ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan awal 2022 ini dan dinyatakan WHO sebagai varian of concern pada 12 Mei 2022 lalu. Ini mengingat varian ini menyebabkan penularan yang cukup masif dan menyebabkan lonjakan kasus di negara lain.

Selain itu menurut studi awal di Eropa, varian varian baru ini mengalami perubahan karakteristik yang lebih cepat menular dan mampu menghindari kekebalan tubuh yang sudah ada pasca infeksi Covid-19 pada varian sebelumnya. 

"Perlu diingat kesimpulan ini masih bersifat sementara dan membutuhkan studi lanjutan. Walau begitu tidak ditemukan adanya indikasi bahwa varian ini menyebabkan gejala yang lebih parah, peluang penularan varian ini dapat menurun jika seseorang telah divaksin dibandingkan yang belum divaksin walau sudah terinfeksi sebelumnya," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Infografis Omicron BA.4 dan BA.5 Mulai Menyebar

Vaksinasi Booster Terus Dipercepat Antisipasi Subvarian Baru Omicron

Kasus Covid Tembus 1.000, Satgas IDI: Sudah Saatnya Siaga Kembali

Waspadai Kenaikan Angka Kasus Baru Covid-19

Epidemiolog: Subvarian BA.4 dan BA.5 Dikhawatirkan Bisa Menghindar dari Antibodi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image