Aktivitas di Sejumlah SPBU Tasikmalaya Masih Normal

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto

Sejumlah SPBU di wilayah Kota Tasikmalaya diperiksa Balai Kemetrologian Tasikmalaya dan Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya. (Republika/Fuji E Permana)
Sejumlah SPBU di wilayah Kota Tasikmalaya diperiksa Balai Kemetrologian Tasikmalaya dan Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya. (Republika/Fuji E Permana) | Foto: Republika/Fuji E Permana

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kota Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang menjadi lokasi uji coba penerapan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Pendataan kendaraan melalui laman subsiditepat.mypertamina.id mulai dilakukan sejak 1 Juli 2022.

Berdasarkan pantauan Republika, aktivitas di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Tasikmalaya masih normal pada Jumat siang. Pengisian BBM jenis Pertalite dan solar di sejumlah SPBU itu masih dilakukan seperti biasa.

"Aktivitas di SPBU masih berjalan normal. Namun, kami sosialisasikan pembeli agar segera mendaftar di aplikasi MyPertamina per hari ini," kata Sandy Bahtiar, salah seorang petugas SPBU di Kota Tasikmalaya, Jumat.

Dia menjelaskan, proses pengisian BBM masih dilakukan seperti biasa. Pembayaran juga masih dilakukan secara tunai. Namun, menurut dia, apabila pembeli sudah memiliki aplikasi MyPertamina, petugas akan tetap melayaninya. Sementara pembeli yang belum memiliki aplikasi itu diminta segera mendaftar.

Berdasarkan informasi yang didapati, Sandy mengatakan, penerapan penyaluran BBM bersubsidi dengan barcode secara resmi akan dilakukan pada 16 Juli 2022. "Makanya semua yang beli Pertalite atau solar untuk mobil harus sudah mendaftar," kata dia.

Menurut dia, sejauh ini banyak sopir yang mengeluh terkait penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Alasanya, para sopir itu tidak memiliki telepon pintar.  "Terutama sopir angkot dan angkutan lain," kata Sandy.

Salah seorang pengguna BBM Solar, Endang, mengaku sudah mendaftarkan kendaraannya melalui aplikasi MyPertamina. Namun, menurut dia, aplikasi itu belum digunakan untuk pembelian BBM.  "Saya sih tidak keberatan dengan penggunaan aplikasi ini," kata dia.

Kendati demikian, Endang berharap Pertamina dapat melalukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang hendak membeli BBM tak kebingungan di SPBU. "Jangan sampai ada antrean saja," kata dia.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Anggota DPR Tegaskan tak Setuju Penggunaan Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi

Pemkot Bandung Tegaskan Pembelian Pertalite dan Solar Masih Normal

Ini Cara Pengendara Roda Empat Beli Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina

Sopir Angkot dan Taksi Online di Bandung Belum Paham Aplikasi MyPertamina

Cukup Sekali Klik, Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite dan Solar Subsidi di Sini

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image