Disdagin Bandung Pastikan Harga Minyak Goreng Normal Jelang Idul Adha

Red: Agus Yulianto

Pedagang mengemas minyak goreng curah rakyat (MGCR) di salah satu kios di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Pemerintah berencana akan mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP saat membeli minyak goreng curah rakyat (MGCR) seharga Rp14 ribu per liter mulai pertengahan Juli mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura
Pedagang mengemas minyak goreng curah rakyat (MGCR) di salah satu kios di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Pemerintah berencana akan mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP saat membeli minyak goreng curah rakyat (MGCR) seharga Rp14 ribu per liter mulai pertengahan Juli mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan harga minyak goreng kembali normal sesuai harga eceran tertinggi (HET) menjelang momen Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa mengatakan harga minyak goreng curah mulai menurun dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.500 per kilogram atau Rp 14.500 per liter berdasarkan pantauannya.

"Seperti di Pasar Kosambi harganya sudah sesuai HET. Kalau pun ada yang jual dengan harga tinggi, tapi kebanyakan sudah sesuai," kata Meiwan, Sabtu (2/7/2022).

Sedangkan untuk harga bahan pokok lainnya,ada beberapa komoditas yang masih terjadi lonjakan. Terutama, kata dia, pada jenis cabai dan bawang merah seperti cabai rawit merah yang masih di angka Rp 100 ribu per kilogram. Ada pun, harga cabai merah keriting kini sudah turun di harga Rp 65 ribu per kilogram. 

Namun, menurutnya, masih ada beberapa pedagang yang menjual dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. "Untuk cabai merah tanjung juga sudah ada yang jual Rp 65 ribu per kilogram, tapi masih banyak yang menjual Rp 95 ribu," katanya.

Selain itu,harga bawang merah di berbagai pasar pun masih beragam. Meiwan mengatakan rata-rata harga bawang merah di pasaran mulai dari Rp 40 ribu-Rp 60 ribu per kilogram.

"Kalau daging sapi sebenarnya masih sama dengan hari kemarin ya, di harga Rp 130 ribu-Rp 140 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam masih di angka Rp 38 ribu- Rp 40 ribu per kilogram," kata dia.

Kenaikan harga bahan pokok yang kini masih terjadi, menurutnya, diakibatkan faktor cuaca. Namun, dia menjamin, stok kebutuhan bahan pokok akan tetap aman untuk Idul Adha mendatang, termasuk minyak goreng.

"Kemungkinan besar saat Idul Adha itu kebutuhan lain yang mengalami peningkatan, seperti arang dan tusuk sate. Karena biasanya kan pada 'nyate' bareng ya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Harga Terus Melandai, Minyak Goreng Sumbang Deflasi di Juni

DPR RI Minta Pemerintah Fasilitasi Umat Islam Saat Idul Adha

Sidak ke Dongala, Zulhas Pantau Harga Migor Curah Sesuai HET

Pengamat: Kenaikan Harga Sawit Bisa Terjadi Asal Asumsi Terpenuhi

Pemerintah Upayakan Minyak Goreng Curah Rp 14.000 per Liter

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image