Cegah Rubela dan Polio, 24 Ribu Balita Sukabumi Jadi Target BIAN

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Agus Yulianto

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Rubella kepada murid Taman Kanak-Kanak saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Rubella kepada murid Taman Kanak-Kanak saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). | Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 24.374 balita usia 9-59 bulan di Kota Sukabumi menjadi sasaran pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) pada Agustus 2022. Harapannya, imunisasi ini dapat mencegah balita terkena penyakit campak dan rubella serta polio maupun difteri.

"BIAN tahun 2022 di Kota Sukabumi mulai Agustus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih, di sela-sela sosialisasi BIAN kepada pimpinan OPD terkait, rumah sakit, aparat wilayah dan organisasi profesi kesehatan, Selasa (12/7/2022).

Menurut Rita, kegiatan BIAN ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Sebab, upaya ini salam rangka memberikan kekebalan tubuh kepada balita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Wahyu Handriana mengatakan, pandemi menurunkan cakupan imunisasi dasar di seluruh dunia termasuk Indonesia karena kegiatan dalam penanganan pandemi. Meskipun di Sukabumi tetap dilakukan upaya Posyandu Mapay Imah atau petugas yang mendatangi rumah warga.

Hal ini, kata Wahyu, dikhawatirkan berdampak pada penurunan kekebalan dari anak. Oleh karenanya dilakukan bagaimana menurunkan campak dan polio maka harus melakukan BIAN dalam mencapai dan mempertahankan populasi kekebalan yang tinggi.

"BIAN adalah pelaksanaan program imunisasi yang diperuntukkan bagi anak usia 9-59 bulan di Indonesia, rangkaian kegiatan meliputi pemberian imunisasi Campak-Rubella dan imunisasi Kejar untuk melengkapi status imunisasi balita," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. 

Dia mengatakan, di tengah upaya vaksinasi Covid yang masih digenjot, kini ada BIAN dan sebagai aparatur harus siap untuk menuntaskan target yang ditetapkan pemerintah pusat. Pelaksanaan BIAN ini sejalan target Indonesia Emas 2045 yang semakin dekat sebagai program strategi nasional di 1 abad Indonesia seluruh infrastruktur termasuk sumber daya manusia (SDM) harus siap. SDM, kata Fahmi tidak hanya pendidikan, tapi aspek kesehatan. 

"Pemerintah mengumumkan program BIAN untuk infrastruktur kesehatan khususnya kesehatan balita, bisa siap menjemput 2045 mendatang," ungkap dia.

Fahmi menuturkan, pencanangan BIAN pada 1 Agustus 2022 dan aparat kewilayahan camat dan lurah harus mendukung terkait jangkauan sasaran. Intinya BIAN salah satu upaya menjemput takdir Indonesia emas 2045, sehingga harus disukseskan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


IDAI: Campak, Rubella, dan Difteri Masih Jadi Ancaman

Bulan Imunisasi Anak Nasional di Pontianak

Dampak Pandemi: 1,7 Juta Bayi Indonesia Belum Dapatkan Imunisasi Dasar

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image