Kasus Perundungan di Tasikmalaya, KPAID: Setop Menghakimi Pelaku

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menunjukkan video perundungan yang terjadi di salah satu wilayah kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, kepada wartawan, di Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/7/2022).
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menunjukkan video perundungan yang terjadi di salah satu wilayah kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, kepada wartawan, di Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/7/2022). | Foto: Republika/Bayu Adji P

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Penanganan kasus dugaan perundungan yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya masih terus berjalan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab terjadinya peristiwa itu.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada peristiwa itu. Dia meyakini, ada indikator lain alasan anak terduga pelaku melakukan perundungan terhadap korban. "Artinya ada sebuah peristiwa yang terjadi sebelumnya," kata dia, Senin (25/7/2022).

Dia menilai, baik korban maupun pelaku dalam kasus itu, sejatinya adalah korban. Mereka adalah anak-anak yang menjadi korban dari lemahnya pola asuh di keluarga dan kurangnya pengawasan dari lingkungan sekitar.

"Kami berpikir jangan dulu bicara sanksi, karena anak pelaku itu sudah mulai mengalami perundungan. Ini ironis, kita menolak bullying, tapi melakukannya," kata dia.

Ato mengatakan, saat ini, proses penyelidikan terkait kasus itu terus berjalan di aparat kepolisian. Dia meminta, seluruh masyarakat menyerahkan kasus itu kepada pihak yang berwenang.

"Apapun hasilnya, itu merupakan yang terbaik untuk anak-anak," ujar dia.

Dia juga mengajak kepada semua pihak untuk terus menjaga anak-anak. Sebab, saat ini anak-anak sudah secara langsung berhadapan dengan dunia digital.

"Ketika ini tidak disikapi dengan bijak, anak-anak akan menjadi korban," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kasus Perundungan Anak Naik ke Penyidikan di Saat Wagub Belum Yakin

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image